Berpacu Atasi Corona dan Karhutla, Syamsuar Pakai 4 Strategi

Rabu, 24 Juni 2020 - 21:17 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Berpacu Atasi Corona dan Karhutla, Syamsuar Pakai 4 Strategi


KORANMX.COM, PEKANBARU -- Seperti berpacu di tengah dua masalah; pandemi Covid-19 dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Gubernur Riau pun menggelar rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Rabu (24/6/2020) rakor digelar di salah satu hotel di Pekanbaru. Musim kemarau Juni hingga September, sesuai ramalan BMKG, menjadi alasan penting bagi Pemprov membicarakannya bersama semua unsur Forkopimda. Riau, kata Syamsuar harus bersiap mengantisipasi terkait penanganan karhutla. Disebutkannya, fase new normal bisa jadi para pembakar lahan kembali beraksi.

Beban berat memang sedang diemban Syamsuar. Karena khusus Riau, ada dua tugas besar diselesaikan yakni menyelesaikan kebakaran hutan dan lahan serta menekan dan memutus mata rantai Covid-19. Syamsuar sendiri juga menyandang tugas sebagai Ketua Satgas Karhutla Provinsi Riau, dan kini juga sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau.

''Selain prediksi BMKG, Bapak Presiden juga mengingatkan agar karhutla tidak terjadi di tengah-tengah kesibukan semua pihak penanganan Covid-19,'' ucapnya di hadapan peserta rakor. 

Kendati demikian, Syamsuar tetap gembira jika melihat karhutla tahun ini yang cenderung mereda. Menurutnya, dengan kerjasama dan kekompakan semua unsur menjadikan tahun ini luas lahan yang terbakar hanya 1.000 hektar.

''Berbeda dengan tahun sebelumnya, luas lahan terbakar seluas 3.000 hektar,'' ujar Gubri.

Demi memaksimalkan antisipasi agar tak terjadi karhutla yang makin meluas, Syamsuar memaparkan empat strategi:


1. Siapkan Alat Berat di 12 Kabupaten dan Kota

Untuk mempercepat penanganan jarhutla di lapangan jika terjadi, Pemprov Riau telah menyediakan peralatan untuk alat pemadam kebakaran di 12 kabupaten dan kota. 

Menurut Gubri, pihaknya telah mengetahui masalah yang menyebabkan karhutla terjadi di Riau. Sejauh ini, kata dia, lebih banyak disebabkan unsur kesengajaan.

''Karhutla terjadi karena lebih banyak unsur sengaja dari pada unsur tidak sengaja. Selain itu, karena masyarakat tak mampu mengolah lahan maksimal mungkin sehingga melakukan pembakaran,'' ungkap Gubri.

Alat ekskavator ini, beber Gubri, sudah masuk pengadaan di tahun 2020, alat ekskavator ini sitempatkan di masing-masing kabupaten kota yang  dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) daerah.


2. Didukung Enam Heli Water Boombing

Untuk mengoptimalkan penanganan karhutla, Gubri menyampaikan Riau mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat  berupa enam helikopter water bombing.  

''Bantuan Ini untuk mendukung kerja kerja penanganan karhutka," terang Gubri.


3. Satgas Udara Pantau Lokasi Karhutla Setiap Hari

Gubri mengungkapkan,  bantuan BNPB ini untuk satgas udara yang setiap hari melakukan pemantauan di lokasi wilayah Riau. 

Kurangnya luas lahan yang terbakar tahun ini, sebut Gubri, karena kerja keras termasuk satgas udara hampir setiap hari melakukan TMC atau modifikasi cuaca. 

''Saya langsung berikan komando beberapa kali agar kebakaran tidak terjadi meluas. Apalagi banyak terjadi kebakaran daerah pesisir seperti Dumai, Ransang, dan Pulau Rupat yang dikhawatirkan asapnya bisa sampai asap ke Malaysia,'' jelasnya


4. Dukungan TNI/Polri dan Relawan

Karena itu, Gubri memberikan apresiasi atas kerja keras semua pihak baik TNI, Polri,  jajaran pemda dan desa didukung relawan serta didukung water bombing dengan harapan, kebakaran tidak meluas. 

''Agar tidak terjadi lagi, saya minta bantuan Polridan TNI untuk mengawasi hal ini,'' ujar Gubri.

Sementara iti menurut Danrem 031/Wira Bima, Brighen TNI Syech Ismed, persiapan dalam penangan sangatlah perlu karena kalau api masih kecil bisa diatasi dan jika api sudah besar maka susah untuk ditangani dan dipadamkan.

''Kita harus mencegah agar tidak terjadi, jika api sudah membesar bagaimana pun kita mengatasinya maka susah diatasi, apalagi apinya dibawah atau dilahan gambut,'' tuturnya.

Ia juga melaporkan bahwa Korem Wirabima sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla berdasarkan status siaga darurat, Petugas-petugas  yang di daerah-daerah sudah melakukan patroli, melaksanakan patroli, melaksanakan edukasi kepada masyarakat agar tidak ada membuka lahan dengan cara membakar.

''Kita semua tentunya sudah mempersiapkan diri. Tinggal kita mengolaborasinya lagi di lapangan. Tentunya peran masyarakat sangat besar disini untuk menghindari kemungkinan kebakaran hutan dan lahan terjadi,'' tutupnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook