Jalan Rusak, Masyarakat Desa Sontang Rohul Tagih Janji Kampanye Syamsuar

Kamis, 25 Juni 2020 - 16:17 WIB  
Reporter : Amin Syukri
Redaktur : Oce E Satria

Jalan Rusak, Masyarakat Desa Sontang Rohul Tagih Janji Kampanye Syamsuar

Aksi protes warga Desa Sontang menanam pohon pisang dan sawit di badan jalan yang tak kunjung diperbaiki.

KORANMX.COM, ROHUL-- Pernah dijanjikan perbaikan infrastruktur jalan semasa kampanye Pilgubri, warga Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menagih Gubernur Riau, Syamsuar. Saat ini Jalan Lintas Provinsi Riau  di Desa Sontang-Kasang Padang yang rusak parah.

Warga protes dengan cara menanam pohon pisang dan kelapa sawit di badan jalan yang tak layak dilewati kendaraan tersebut.

Warga mengaku kesal. Lantaran sampai kini tak ada perhatian Pemprov Riau untuk jalan lintas provinsi sepanjang lebih kurang 1 Km yang menghubungkan Dusun I Desa Sontang ke Dusun III Kasang Padang Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul itu.

Ibnu Nazib, salah seorang warga yang ikut dalam aksi penanaman pohon di badan jalan itu mendakwa,  sikap Pemprov Riau  terkesan menganaktirikan desanya dalam hal pembangunan infrastruktur jalan.

Karena itu, kata Ibnu Nazib,  warga mengancam, bukan hanya melakukan penanaman pohon di badan jalan lintas Provinsi Riau itu, bahkan,  berencana akan melakukan pemblokiran jalan, selama belum dilakukan perbaikan.

"Bila tidak segera direalisasikan perbaikan jalan yang rusak, kami akan blokir jalan sehingga tidak ada lagi aktivitas kendaraan yang melintas lagi. Kami minta kepastian Bapak Gubernur Riau, karena kami merasa dianaktirikan," kata kata Ibnu Nazib di sela aksi penanaman pohon, Rabu (24/6/2020).

Ibnu Nazib mengatakan,  selain banyak kendaraan yang terjebak di jalan rusak,  kondisi jalan bagaikan kubangan "bubur". Bahkan mobil pribadi maupun sepeda motor warga tak lagi bisa melintasi jalan tersebut.

"Kita menuntut tanggungjawab Pemprov Riau, termasuk Pak Gubenur Riau sesuai janjinya saat kampanye dulu akan melakukan perbaikan infrastruktur jalan. Tapi mana buktinya? Dengan jalan rusak sudah 7 bulan pasca banjir hingga kini belum ada disentuh perbaikan dari Dinas PUPR Riau," tegas Ibnu Nazib lagi.

Di lokasi jalan rusak tersebut, terlihat puluhan warga yang akan bepergian ke Duri maupun Desa Kasang Padang juga Bonai, kini terpaksa harus menggunakan jasa angkutan pompong (perahu kayu) dan harus membayar uang pribadi antara Rp30 ribu sampai Rp100 ribu sekali penyeberangan, dengan jarak 1 km. Bahkan sekitar 20 pompong yang ada 24 jam, satu satunya solusi gunakan jasa penyeberangan pompong bagi pengendara sepeda motor agar bisa melintasi jalan rusak. 

"Terpaksa kita pakai jasa pompong," kata Rika warga Kasang Padang yang akan ke Sontang menggunakan jasa pompong.

Menyikapi aksi puluhan warganya tersebut, Kepala Desa Sontang Zulfahrianto SE mengatakan, pemerintah desa tidak bisa mencegah aksi protes masyarakat yang merasa kesal atas kerusakan jalan namun tidak juga dilakukan perbaikan.

Pria yang akrab disapa Anto Sontang itu mengaku, sebelum melakukan aksi penanaman pohon di jakab itu, warga juga sudah menyampaikan ke dirinya berkali-kali terkait permintaan perbaikan jalan. Malahan dirinya sudah merespon dan sudah melayangkan surat permohonan perbaikan jalan rusak ke Gubernur Riau. Bahkan diakuinya, surat sudah tiga kali disampaikan namun tidak juga direspon untuk diperbaiki.

"Ini puncak kekesalan masyarakat, dan kita tidak bisa melarang melakukan aksi tanam pohon di badan jalan yang rusak bahkan kini kondisinya rusak parah. Apalagi jalan lintas provinsi Riau yang benar benar hanya 1 km saja mengapa provinsi tak mampu memperbaikinya," tegas Anto yang juga menjabat Ketua DPD KNPI Rohul juga Ketua APDESI Rohul.

Tokoh muda Bonai Darussalam itu juga mengakui, selama ini jalan rusak diperbaiki secara swadaya Pemerintah Desa Sontang bersama Plt.Camat Bonai Darussalam Setyono, termasuk partisipasi dari perusahaan PT Graha Permata Hijau, PT RAS juga Andhika dan PT SJI Coy. Termasuk sejak jalan rusak tiga unit alat berat eksavator, geleder dan bomax milik PT Graha Permata Hijau disiagakan 24 jam guna membantu bila ada kendaraan terjebak.

"Bisa saja blokir jalan seperti ancaman masyarakat itu terjadi bila tidak juga ada perbaikan dari pihak provinsi Riau. Akses jalan tersebut bukan hanya akses jalan masyarakat saja, namun juga akses kendaraan mengangkut CPO, kelapa sawit, BBM menuju ke Pelabuhan Dumai. Kita tidak bisa melarang masyarakat bila nantinya melakukan aksi blokir jalan. Kita juga bertanya, kita ini masyarakat Riau atau Sumatera Utara?" ucapnya.***

 

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook