Politisi Demokrat Riau Noviwaldy Jusman Wafat, Kamis 25 Juni Malam 

Kamis, 25 Juni 2020 - 21:39 WIB  

Politisi Demokrat Riau Noviwaldy Jusman Wafat, Kamis 25 Juni Malam 


KORANMX.COM, PEKANBARU -- Kader senior Partai Demokrat  Riau Ir Noviwaldy Jusman, dikabarkan wafat, Kamis (25/6/2020) sekitar pukul 19.30 WIB di RS Siloam Karawaci, Tangerang.

Kabar duka tersebut beredar dari percakapan pesan sejumlah grup  WhatsApp di Pekanbaru. Mantan Wakil Ketua DPRD Riau tersebut memang sejak beberapa waktu lalu mengidap sakit dan dirawat di Rs Siloam. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Riau, Agung Nugroho mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut.

"Benar. Tadi saya langsung komunikasi dengan istri almarhum melalui sambungan telfon," kata Agung yang dikutip Riaupos.co

Sebelumnya, pada 13 April silam juga beredar kabar serupa perihal wafatnya Dedet, sapaan akrab almarhum. "Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, saudara kita ' Ir. Noviwaldi Jusman' alias Dedet, sore ini. Alamat Rumah Perumahan Panorama Kel. Limbungan Kec. Rumbai Pesisir, semogo Husnul Khotimah," demikian isi kabar tersebut beredar pada 13 April. Namun saat itu Ketua DPD Partai Demokrat Riau, Asri Auzar membantahnya.

Asri Auzar mengatakan, bahwaia telah menanyakan langsung kepada istri dari Noviwaldy Jusman, dan kabar tersebut dibantah.

"Mohon maaf, bapak Dedet setelah saya konfirmasi kepada istri beliau, bapak Dedet dalam keadaan sehat, sekarang berada di Jakarta. Mohon maaf berita yang beredar tentang beliau tidak benar," terang Asri.


Absen di DPRD Riau


Karena gangguan sakit, Noviwaldy terpaksa absen cukup lama dari tugasnya sebagai angggota legislafif di DPRD Riau. Badan kehormatan (BK) DPRD Riau  bahkan akan mengevaluasi kinerja politisi senior tersebut.

Evaluasi itu menyusul kurang efektifnya Noviwaldi Jusman alias Dedet dalam menjalankan tugasnya lantaran tengah menjalani perawatan medis akibat penyakit yang dideritanya dalam waktu lama.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Badan Kehormatan DPRD Riau, Sukarmis saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/6/2020). 

"Saat ini kita kan baru dilantik, malah diiringi Cobid-19 ini. Nantilah tunggu Covid agak reda baru kita akan evaluasi (kinerja Dedet)," katanya seperi dikutip Antara.

Akan tetapi, ia mengatakan sejak mewabahnya Covid-19 di Riau jadwal masuk kerja di DPRD Riau diganti dengan bekerja di kediaman masing- masing sesuai instruksi pemerintah. Begitu juga Dedet yang dia sebut melakukan hal yang sama.

Namun, jauh hari sebelum corona melanda, dia mengklaim jika Dedet masih cukup aktif dalam setiap agenda DPRD Riau.

Lebih jauh, Sukarmis juga mengaku belum menerima surat desakan yang dikirimkan LSM Bina Karya Pemuda Mandiri (BKPM) Kota Pekanbaru melalui suratnya bernomor: 023/LBKPM-PKU/Perm/V/2020 perihal Permintaan Evaluasi tertanggal 25 Mei 2020 yang ditujukan kepada Ketua DPRD Riau.

"Kita belum ada, tapi nanti kita akan lakukan evaluasi," terangnya.

Menurutnya, tidak efektifnya kinerja Dedet lantaran dikabarkan sakit sepenuhnya di tangan partai pengusungnya yakni Partai Demokrat. "Dia kan ada fraksi, nanti dari fraksinyalah bagaimana," tuturnya.

Pernyataan Sukarmis itu juga senada dengan Pengamat Politik Universitas Riau, Saiman Pakpahan yang menjelaskan nasib Noviwaldy Jusman sepenuhnya ada di tangan Partai Demokrat.

Katanya, jika ada desakan dari publik maka Partai Demokrat dapat lakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Noviwaldy Jusman. Hal ini berkaitan dengan santer terdengar bahwa ia tak lagi efektif sebagai anggota DPRD Riau lantaran penyakit yang dideranya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook