In Memoriam Noviwaldi Jusman: dari Jasa Konstruksi ke Politik

Jumat, 26 Juni 2020 - 01:06 WIB  
Redaktur : Oce E Satria

In Memoriam Noviwaldi Jusman: dari Jasa Konstruksi ke Politik

Noviwaldy Jusman

Artikel ini dimuat di Harian Pekanbaru MX Edisi Rabu 31 Juli 2013

 

KORANMX.COM, PEKANBARU --- MenekuniI dunia politik sembari terus menjalankan profesi lainnya terkadang menjadi dilema bagi seseorang. Tak terkecuali hal tersebut pernah dirasakan Ir. Noviwaldy Jusman politisi Partai Demokrat yang juga anggota DPRD Riau. Memilih untuk fokus pada salah satu bidang akhirnya harus diambil.

Dedet, demikian ia biasa disapa, dibesarkan di dunia jasa konstruksi. Kemampuannya di bidang tersebut bahkan dianggap cukup langka di daerah Riau. Diakuinya bahwa kecintaannya pada dunia jasa konstruksi sangat besar. Namun karena hidup harus memilih, ia akhirnya memutuskan fokus di dunia Politik.

“Berat memang, tapi karena sudah menjatuhkan pilihan pada politik sebagai bidang pengabdian yang baru, saya juga harus terjun secara totalitas,” jawab mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru ini.

Ikut bersama beberapa tokoh lainnya mendirikan Partai Demokrat di Riau tahun 2003 lalu, Dedet memang mengaku kepincut dengan visi dan misi yang ditawarkan Susilo Bambang Yudhoyono sang pendiri partai

“Karena saat itu bangsa Indonesia dihadapkan pada krisis yang berat, sementara di lain pihak kita belum melihat figur yang mampu untuk mengatasi keadaan. Satu-satunya tokoh yang saya yakini mampu membawa perubahan adalah figur SBY,” ceritanya.

Bicara tentang kiprah politiknya selama berada di DPRD Kota Pekanbaru pada 2004-2009, Dedet mengaku cukup puas dengan beberapa pencapaian yang berhasil diwujudkannya bersama anggota lain.

Ia menyebut salah satu contoh yakni Rumbai yang dulunya termasuk kawasan tertinggal, tapi sejak beberapa waktu belakangan gencar melakukan gerak pembangunan di berbagai bidang. Hal tersebut tentu tak lepas dari partisipasi aktif DPRD Kota Pekanbaru bersama Pemko Pekanbaru. Namun diakuinya bahwa untuk menggenjot pembangunan di seluruh Kota Pekanbaru perlu peningkatan anggaran APBD. Beberapa kawasan masih membutuhkan pembangunan infrastruktur termasuk pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada.

“APBD Pekanbaru tiap tahun dirasa masih sangat kurang untuk menggenjot pembangunan wilayah dan menggesa program-program yang diprioritaskan,” simpulnya. Salah satu upaya menerobos persoalan tersebut menurut pria kelahiran Duri 13 November 1970 ini adalah dengan memperjuangkan alokasi APBD Riau agar lebih besar lagi untuk Pekanbaru.

Berbagai masalah yang melilit Pekanbaru sebagai sebuah kota besar dan ibukota Provinsi menurut Dedet tidak bisa hanya tuntas oleh Pemko Pekanbaru bersama DPRD-nya, namun perlu upaya lebih luas untuk memperjuangkan kemajuan Kota Pekanbaru di tingkat Provinsi hingga pusat.

Misalnya yang saat ini sedang jadi persoalan keseharian adalah keterbatasan daya listrik di kota ini sehingga sering terjadi pemadaman bergilir yang berdampak kurang baik bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk terhalangnya investasi. Karena itu ada pemikiran agar pembanguna kelistrikan Riau menjadi perhatian penuh pemerintah pusat, mengingat Riau termasuk penyumbang terbesar energi seperti minyak bumi bagi Indonesia.

“Karena persoalan listrik menjadi wewenang pemerintah pusat, cara meyakinkan pemerintah pusat antara lain melalui lobi di tingkat provinsi,” tandasnya.

Karena itu Noviwaldy Jusman ingin keberadaannya sebagai wakil rakyat di DPRD Riau selalu berdampak positif bagi kemajuan Kota Pekanbaru dan Riau umumnya. Upaya tersebut akan terus ia lakukan semaksimal mungkin.

 

Baca Juga:

Politisi Demokrat Riau Noviwaldy Jusman Wafat, Kamis 25 Juni Malam 

 

Wafat di Jakarta

Ir Noviwaldy Jusman wafat, Kamis (25/6/2020) sekitar pukul 19.30 WIB di Jakarta di RS Siloam Karawaci, Tangerang.

Kabar duka tersebut beredar dari percakapan pesan sejumlah grup  WhatsApp di Pekanbaru. Mantan Wakil Ketua DPRD Riau tersebut memang sejak beberapa waktu lalu mengidap sakit dan dirawat di Rs Siloam. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Riau, Agung Nugroho mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut.

"Benar. Tadi saya langsung komunikasi dengan istri almarhum melalui sambungan telfon," kata Agung kepada wartawan. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook