41 Titik Api Terpantau di Riau, Pelalawan Terbanyak

Senin, 29 Juni 2020 - 11:36 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

41 Titik Api Terpantau di Riau, Pelalawan Terbanyak


KORANMX.COM, PEKANBARU--Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dan wilayah Sumatera mulai terlihat. Hari ini, Senin (29/6/2020) ada 127 titik hotspot.

Secara keseluruhan, sebanyak 127 titik hotspot di Sumatera terbagi, dua di Aceh, 33 di Sumatera Utara, empat di Sumatera Barat.

Selanjutnya, lima titik di Jambi dan Bengkulu, 19 di Sumatera Selatan, Delapan di Bangka Belitung, dua di Kepri. Kemudian Delapan di Lampung.

''Dari total 127 titik hotspot, 41 titik berada di Riau,'' terang Marzuki, Kasi Data BMKG Pekanbaru, Senin (29/6/2020)

Rinciannya, sebarannya 26 titik di Pelalawan, dua di Dumai, tujuh di Kampar, empat di Siak. Masing-masing satu di Kuansing dan Indragiri Hilir (Inhil).

Forecaster On Duty BMKG stasiun Pekanbaru Yasir Prayuna mengatakan, peningkatan hotspot cukup signifikan di Riau. Namun, cuaca hari ini masih ada potensi hujan. Khususnya pada sore hingga malam hari.

"Sore hingga malam hari potensi hujan dengan intensitas ringan yang tidak merata dan bersifat lokal terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Kampar, Pelalawan dan juga Siak," tukasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan, secara keseluruhan untuk titik api di TKP Karhutla Bandar Petalangan, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan sudah berhasil dipadamkan.

Untuk penyebab terjadinya kebakaran, sebut Sunarto, masih dalam proses lidik Polsek Bunut dan Sat Reskrim Polres Pelalawan.

''Masih diselidiki,'' kata Sunarto.

Selain melakukan pengecekan lokasi, petugas juga sudah memasang plang dan Police Line di TKP terjadinya Karhutla.

''Saya sangat menghargai upaya yang dilakukan semua petugas yang sudah berjibaku memadamkan dilapangan,'' kata Sunarto. 

Ia mendo'akan, semoga Tuhan mencatat kebaikan mereka, petugas yang berjibaku memadamkan api dilapangan.

Ditanya kondisi dilokasi, Sunarto menjelaskan, bahwa saat anggota ke lokasi api membesar. Karena kondisi alam dan cuaca. ''Api membesar, karena faktor cuaca dan alam,'' pungkas Sunarto.



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook