AMPEK Minta Kejari Usut  Anggaran Covid-19 di Diskes Kampar

Senin, 29 Juni 2020 - 14:27 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

AMPEK Minta Kejari Usut  Anggaran Covid-19 di Diskes  Kampar


Diduga Ada Penyimpangan

BANGKINANG - Mahasiswa Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampar (AMPEK), melakukan aksi di Dinas Kesehatan Kampar. Yang mana diduga banyak penyimpangan yang terjadi di anggaran Covid-19.

Menurut mereka anggaran Covid-19, Dinas Kesehatan yang ada di Kampar sebesar Rp.19 Miliar, tidak jelas penggunanya sampai sekarang, kata Korlap aksi Okteza. Ia juga mengatakan, dari beberapa kegiatan yang ada di Dinas Kesehatan yang sudah di anggaran tidak tahu kemana arahnya.

Seperti halnya kata Okteza, dalam nuansa bencana nasional Covid 19 yang dihadapkan dengan kondisi mencekam banyak kegiatan sehari hari terhambat oleh bencana tersebut. "Namun Dinas Kesehatan Kampar, sampai sekarang tidak jelas apa yang dilakukan. Dengan hal ini kami menduga ada penyimpangan dianggarkan tersebut,"ungkapnya.

pertanyaan kami anggaran begitu besar tidak tahu arahnya kemana, sebutnya. Hal ini dilihat realisasi sampai hari ini tidak ada transfaransi di Dinas Kesehatan Kampar dalam pengolalahanya. "Untuk itu kami meminta agar apara hukum untuk mengusut anggaran Covid 19 di Kabupaten Kampar,"sebutnya.

Berdasarkan penelusuran KoranMX.com, Dinas Kesehatan Kampar mengalokasikan anggaran Covid 19 untuk beberapa kegiatan‎ 1. Anggaran Rapid Tes Covid 19 untuk ODP/OTG mencapai Rp3.960000000, tidak jelas penggunanya. 2 Pengadaan pakaian kerja dan Pengadaan Masker ke Institusi kesehatan swasta Rp1.00000000. 3. Belanja obat penanganan Covid-19 Rp.1.000000000.  4. Pakai Kerja APD Non Diposble (Apron, Sarung Tangan, Face Shiel dan Kacamata) Rp724000000. 5. Pakaian kerja APD Non Disposible (Sepatu, Kaca Mata, Google, Apron, Table/ Microfiber) Rp750000000. 6. Masker N95, Masker Bedah dan Masker Non Medis Rp966000000.


Usut Penerimaan THL Diskes Kampar


Selain itu AMPEK Kampar juga sangat miris melihat adanya Pungli di Dinas Kesehatan Kampar, khususnya dalam penerimaan THL Tenaga Kesehatan. "Untuk itu kami meminta agar aparat hukum mengusut Pungli THL di Dinas Kesehatan Kampar,"harap Okteza.

Karena oknum pejabat kampar yang masih mementingkan hawa nafsu untuk korupsi harus di hukum. Sehingga kampar bersih dari orang yang memperkaya diri sediri. " Sebab jika tidak tindakan dari apara hukum, Kampar akan banyak dihuni oleh orang bermental korupsi,"tuturnya.

Terkait aksi mahasiswa yang tergabung di aliansi AMPEK, Kepala Dinas Kesehatan Kampar Dedy Sambudi tidak ada di tempat. Begitu juga pesan yang dikirim KoranMX.com tidak ada balasan.

Sedangkan Kasi Intel Kejari Kampar Silvanus Manulang, menyampaikan kalau apa yang di kuatirkan mahasiswa ke Kejari Kampar akan menjadi perhatian Khusus bagi mereka.

"Saya mengucapkan terimakasih bagi para mahasiswa yang peduli dengan Kabupaten Kampar. Untuk itu mengenai anggaran Covid 19 dan Pungli THL di Dinas Kesehatan Kampar, akan menjadi perhatian kami,"ucapnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook