Pemprov Riau Genjot Cadangan Pangan di Tengah Pandemi

Senin, 29 Juni 2020 - 22:13 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Pemprov Riau Genjot Cadangan Pangan di Tengah Pandemi


KORANMX.COM, PEKANBARU--Tersentilnya, pendapatan masyarakat ditengah wabah Covid-19 ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, hingga saat ini terus mengupayakan peningkatan ketersediaan cadangan pangan daerah melalui dua pendekatan.

Pendekatan ini, kata Syahpalefi, selaku Kepala Dinas Pangan, Tanaman pangan dan Hortikultura, Senin (29/6/2020) mengatakan, dua pendekatan itu adalah sisi produksi dan dan distribusi.

Menurut Syahpalefi, dari sisi produksi, ada 65 ribu hektar lahan pangan di Provinsi Riau yang sudah ditanami dengan baik. 

''Hasil lahan itu, di periode pertama sudah panen seluas 55. 717 hektar dengan produksi setara 131. 714 ton,'' kata Syahpalefi di Gedung Daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Pada periode kedua, yakni di bulan September-Desember pihaknya merencanakan luasan panen di Riau diperhitungkan mencapai 62 hektar. 

Dia mengakui, jika melihat dari segi swasembada, apa yang telah dilakukan memang masih belum mencapai seperti apa yang diharapkan. 

''Tapi secara teknis, pertanian tidak pernah berhenti di tengah pandemi Covid-19,'' ungkap Syahpahlefi. 

Sedangkan, dari program pertanian yang telah dilakukan. Ia menilai, pihaknya terus memproduksi hasil pangan, baik itu tanaman padi, jagung, umbi-umbian, maupun sagu. 

Sementara pemenuhan cadangan pangan dari sisi distribusi, kata Syahpalefi, sementara ini Riau masih disokong oleh provinsi tetangga seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat. 

Namun, dalam upaya peningkatan volume cadangan pangan daerah, kata Syahpalefi, pihaknya terus melakukan pemanfaat terhadap aset lahan yang ada.

Selain itu, untuk mencapai target swasembada pangan, pihaknya juga melakukan upaya dengan penyediaan benih unggul yang selama ini belum dilaksanakan secara keseluruhan. Kemudian juga menyiapkan irigasi, jaringan dan infrastruktur, serta menguatkan peran kelembagaan.

''Dengan pola pendekatan ini, ke depannya kita berharap sektor pertanian, di samping dapat meningkatkan produksi juga akan terjadi peningkatan kesejahteraan di kalangan petani,'' ujarnya.


Riau Miliki 500 Ribu Hektar Lahan Cadangan


Saat ini, kata Syahpahlefi, Provinsi Riau masih memiliki lahan cadangan pangan dengan luas mencapai lebih dari 500 ribu hektar. 

Luas itu, katanya, teralokasi dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Lebih jelas, sebut dia, luasan lahan tersebut, tidak termasuk dalam pengelompokan lahan pangan berkelanjutan yang ada di wilayah setempat.

Ia menuturkan, sebagian dari 500 ribu hektar lahan cadangan di Provinsi Riau, terdapat beberapa area yang telah beralih fungsi, baik menjadi kawasan perkebunan maupun kawasan lainnya. 

''Sesuai peta, sebenarnya lahan itu terbagi dua pengelompokan. Lahan untuk untuk pangan itu ada 500 ribu hektar lebih dari tata ruang. Dan lahan pangan berkelanjutan hanya 62 ribu hektar,'' ungkapnya. 

Maka, alih fungsi itu kebanyakan terjadi pada lahan cadangan. Bukan pada lahan eksisting, misalnya lahan persawahan. Sehingga, kebanyakan alih fungsi terjadi pada pinggiran lahan cadangan. Karena itu, tetap saja dibutuhkan pengawalan, baik pada lahan cadangan maupun pada lahan pangan berkelanjutan agar bisa tetap dimanfaatkan sebagaimana fungsinya. 

''Saya tidak menampiknya, di pinggiran lahan cadangan itu memang banyak terjadi alih fungsi. Yang jelas tetap kami kawal agar tidak terjadi alih fungsi,'' tutur Kadis.

Namun, karena Covid-19 mewabah, pihaknya masih fokus mengawal agar lahan pangan berkelanjutan dapat ditanami dengan maksimal.

Mengingat dirinya masih ditunjuk menduduki Kadis. Syahpahlefi mengatakan, ia dan jajaranya fokus mengerjakan satu per satu program. Ia mencontohkan, lahan tanaman pangan berkelanjutan itu ada 62 ribu hektar.

''Kami mengakui pada periode pertama itu belum maksimal kita garap. Maka dari itu, harus kita garap satu per satu dengan kemampuan dan sumberdaya yang ada,'' akunya. 

Dia menjabarkan, pihaknya menargetkan minimal bisa mencapai IP 200. Di mana saat ini IP masih di angka 113. 

Artinya, luas 62 ribu hektar itu, baru 10 hektar tertanam di periode kedua. Untuk 50 hektar sisanya, pihaknya bisa tertanam dengan baik. 

Maka, jika sisa lahan itu ditanam dengan baik, diperkirakan komoditasnya mencapai 5-7 ton per hektar, 

''Apabila tertanam baik dan menghasilkan,saya rasa bisa mempengaruhi secara signifikan terhadap  produksi tanam pangan,'' terang dia.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook