Mabes Buru Anak Pejabat Riau Terlibat Peredaran Sabu 71 Kg

Kamis, 02 Juli 2020 - 16:45 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Mabes Buru Anak Pejabat Riau Terlibat Peredaran Sabu 71 Kg

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono

KORANMX.COM, PEKANBARU--Tim Bareskrim Mabes Polri, saat ini sedang memburu pemilik PT LH, disinyalir anak salah satu pejabat di Provinsi Riau. Perkaranya, diduga terlibat pengiriman sabu seberat 71 kilogram.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono, saat dihubungi koranmx.com Kamis (2/7/2020) mengatakan, sabu itu diamankan dengan modus pengiriman melalui transportasi logistik atau expedisi. 

''Totalnya ada 71 paket sabu, masing-masing paket seberat 1 kilogram," terang Argo.

Awalnya diamankan, terlebih dahulu 66 kilogram paket sabu pada tanggal 8 Mei 2020 lalu. 

Awalnya petugas berhasil mengamankan sabu di dalam paket yang dikirim melalui ekspedisi PT AMP di Jakarta, di cek point Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung.

Setelah itu, keesokkan harinya, Jumat (9/6/2020) tim Bareskrim Polri melakukan pengembangan bersama tim gabungan Bea Cukai Lampung. Dengan melacak penerima paket yaitu PT AL Jakarta.

''Hasilnya tim gabungan menangkap tersangka RR yang merupakan direktur utama PT AL Jakarta,'' ungkap Argo.

Dari pengakuan RR, petugas mendapat informasi kalau sebelumnya 10 kilogram sabu telah diterima oleh tersangka BP yang merupakan komisaris expedisi PT AL Jakarta.

''Saat ini BP berstatus DPO,'' jelas Argo.

Dari lokasi ini, petugas kembali memperoleh informasi, bahwa saat itu sedang ada pengiriman sabu atas nama PT LH menggunakan jasa expedisi PT AL Pekanbaru dengan tujuan Jakarta.

Kemudian, petugas melakukan pengejaran dari Jakarta ke Pekanbaru, dan pada tanggal 10 Mei 2020 petugas mencegat satu mobil expedisi dimaksud, di SPBU Muaro Jambi. 

''Hasilnya, petugas mengamankan 5 kilogram sabu yang dikemas dalam paket tepung dan mengamankan sopir beserta kernet sebagai saksi,'' lanjut Argo.

Dari hasil interogasi terhadap sopir dan kernet, petugas langsung bergerak ke Pekanbaru dan melakukan penggeledahan di Kantor PT LH, yang mana pemilik perusahaan tersebut adalah anak dari salah satu pejabat di Provinsi Riau.

''Di sana kita tangkap tersangka EA sebagai staf packing pada perusahaan itu. EA mengaku disuruh oleh RY selaku staf pengurusan izin POM pada PT LH, dan saat ini RY berstatus DPO,'' pungkasnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook