Ungkap Oknum Yang Terlbat

DPRD Kampar Apresiasi Polda Riau  BOK Kesehatan Sudah Tahap Penyidikan

Kamis, 02 Juli 2020 - 19:00 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

DPRD Kampar Apresiasi Polda Riau  BOK Kesehatan Sudah Tahap Penyidikan


KORANMX.COM, BANGKINANG - Dugaan korupsi Bantuan Oprasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Tahun 2015-2018 di Kabupaten Kampar, yang sudah masuk tahap penyidikan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Menjadi langkah maju untuk mengungkap semua oknum yang terlibat dan menikmati pemotongan anggaran 10 persen dari BOK.

Ini suatu yang luar biasa, kata Anggota DPRD Kampar Sunardi. Untuk itu Polda Riau harus diberikan apresiasi dan semangat yang kuat dalam mempercepat proses penyidikan tersebut. 

"Dengan pengusutan Korupsi di Dinas Kesehatan Kampar ini, semoga tidak ada lagi yang berani menyalahgunakan anggaran kesehatan untuk memperkaya diri, "ungkapnya, kepada KoranMX.com, Kamis (2/7/2020).

Sunardi, berharap untuk kedepanya anggara kesehatan yang di kelolah Dinas Kesehatan Kampar ini dapat dipergunakan sebaik mungkin. Karena kalau dipergunakan dengan baik, tentunya kesehatan masyarakat akan semakin baik. "Tetapi kenyataannya masih belum terkelolah dengan baik. Karena itu sangat kita sesalkan,"tuturnya.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau tengah mengusut dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas, Kabupaten Kampar. Penanganan perkara sudah masuk tahap penyidikan. 

 "Masih dalam proses sidik (penyidikan)," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, di Pekanbaru, Senin (22/6/2020) lalu. 

 Sunarto mengatakan, dalam penanganan perkara itu, penyidik sudah meminta keterangan 24 orang saksi. Para saksi berasal dari pihak-pihak yang mengetahui tentang dana BOK tersebut. 

 Dari keterangan saksi-saksi itu, penyidik akan mengambil kesimpulan, siapa yang paling bertanggungjawab atas kerugian negara. Nanti, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka.

 Sunarto menyebutkan, penyidik masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil penghitungan kerugian negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait penyimpangan BOK di Kampar.

 "Untuk penetapan tersangka setelah nanti dilaksanakan gelar perkara. Untuk itu, kita masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara," tutur Sunarto. 

Informasi yang dihimpun, kegiatan yang diusut ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) melalui Kementerian Kesehatan tahun anggaran 2015 sampai 2018. 

 Dana BOK merupakan dana yang pemanfaatannya di Puskesmas, untuk operasional dan upaya pelayanan kesehatan serta manajeman Puskesmas. Penyidik juga sudah menyita sejumlah dokumen.

 Pengusutan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar ini bermula dari informasi dan pengaduan dari masyarakat. Disebutkan ada penyimpangan pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPj) dan pemotongan anggaran 10 persen untuk beban Dinas Kesehatan.‎ ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook