Pangdam I/BB Sampaikan 4 Pesan Presiden di Apel Karhutla Riau

Sabtu, 04 Juli 2020 - 20:34 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Pangdam I/BB Sampaikan 4 Pesan Presiden di Apel Karhutla Riau


KORANMX.COM, PEKANBARU--Pangdam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Irwansyah memimpin langsung apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu (4/7/2020).

Di hadapan ratusan personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Manggala Agni dan masyarakat peduli api, Pangdam  menyampaikan, penanggulangan bencana asap akibat Karhutla merupakan salah satu wujud kepedulian semua unsur sesuai dengan undang-undang nomor 34 tahun 2004.

Penanggulangan bencana asap akibat Karhutla yang dilakukan saat ini merupakan wujud kepedulian TNI dan semua pihak, terkait tugas penanggulangan bencana khususnya membantu menanggulangi bencana alam.

Dalam penanggulangan Karhutla, sebut Pangdam perlu memperhatikan beberapa hal yang dapat menyebabkan Karhutla, yakni membuka ladang atau lahan pertanian dengan cara membakar.

Kemudian, meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan, membuat arang di hutan, membuang puntung rokok sembarangan di hutan.

Para pelaku, terang Pangdam juga tidak memperhatikan titik api wilayah hutan atau hotspot yang cukup tinggi di wilayah hutan.

''Belakangan ini hotspot cukup tinggi di wilayah hutan terutama di wilayah gambut dan kemarau yang berkepanjangan,'' katanya.

Ia berharap, dari arahan yang disampaikannya dapat memberikan semangat dan dorongan kepada para peserta apel dalam penyelesaian Karhutla di Riau.

''Tetap semangat dan selamat menjalankan tugas,'' harap Pangdam.

Untuk penanganan Karhutla ini, Pangdam berharap semua elemen terkait di Riau dapat memperhatikan empat poin penting arahan Presiden RI Joko Widodo.

Empat poin penting tersebut yang pertama, melakukan pencegahan melalui patroli terpadu deteksi dini, sehingga kondisi harian di lapangan selalu termonitor dan selalu terpantau melalui aplikasi dasbor Lancang Kuning yang dibuat oleh tim dari Kapolda Riau.

Menurut Pangdam, melalui aplikasi tersebut, tim dapat mengetahui beberapa personil  yang bisa dikerahkan ke titik api yang terdekat. 

Selain itu juga, aplikasi tersebut sangat membantu dalam memonitor beberapa titik api. ''Semua personel diharapkan, menggunakan aplikasi ini. Agar mengetahui kondisi terkini dari kondisi titik api yang ada,'' tuturnya.

Poin kedua, Pangdam meminta pihak Badan Restorasi Gambut (BRG) juga diminta untuk melakukan penataan pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan. 

Tujuan penataan pengelolaan ekosistem gambut tersebut, sebut Pangdam, selain menata lingkungan juga mengurangi kemungkinan terjadinya Karhutla.

Pada poin ketiga, sebut Pangdam, Presiden mengharapkan semua pihak segera mungkin memadamkan api kalau memang ada api dan tidak membiarkan api membesar. 

''Karena kalau api sudah membesar, meskipun melalui water bombing, tetap akan sulit untuk dipadamkan,'' terang Pangdam.

Ia menuturkan, dari hasil diskusi dengan Kapolda Riau, jika satu jam saja mengulur waktu dan tidak merespon api yang ada. Maka resikonya, api yang dibiarka  itu akan sulit diatasi.

''Tentunya jika dibiarkan, luasnya akan berlipat dan akan sulit memadamkannya,'' ungkap Pangdam.

Sedangkan, poin terakhir, penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan harus dilakukan tanpa kompromi dan harus betul-betul dikerjakan. 

''Ini sesuai instruksi Presiden tanpa pandang bulu tanpa ada kolusi di bawah, kita semua harus berupaya maksimal jangan sampai orang tidak memiliki efek jera dikemudian hari,'' terang Pangdam.


Puji Aplikasi Dashboard Lancang Kuning

 

Menurut Pangdam, dengan keberadaan aplikasi Lancang Kuning Nusantara saat ini. Penanganan karhutla tentunya menjadi sangat efektif dan efisien.

Dimana, saat ini sebut Pangdam, Aplikasi Dashboard Lancang Kuning ini, telah ditetapkan di Indonesia.

''Aplikasi ini inovasi dan terobosan dari Polda Riau dan merupakan program digital yang telah digunakan oleh 11 Kapolda di Indonesia yang memiliki daerah-daerah rawan Karhutla,'' ungkap Pangdam.
 
Sesuai fungsinya, aplikasi ini, kata Pangdam bertujuan untuk membantu penanggulangan karhutla secara lebih efektif dan efisien.

Setelah diterapkan, dengan aplikasi ini, maka tugas personel dilapangan akan tersistem secara terukur dan terstruktur dengan menggunakan empat teknologi khusus.

''Aplikasi Lancang Kuning Nusantara ini sudah terbukti memberikan informasi secara akurat yang menunjukkan titik koordinat hotspot atau titik api secara jelas,'' ujar Pangdam.

Artinya, aplikasi ini, dapat melakukan verifikasi di lapangan sehingga memudahkan para petugas melakukan pemadaman.

Namun, menurut Pangdam, aplikasi tersebut dapat berjalan efektif dengan dua hal utama, yaitu jika mengetahui ada informasi dini terkait Karhutla, kemudian akan diinformasikan ke lapangan untuk bisa diidentifikasi dan dipantau lokasinya dimana.

Kemudian yang kedua, setelah memastikan adanya titik api, maka akan segera berkoordinasi untuk melakukan pemadaman api dengan sinergitas dari instansi terkait dan segala jajaran yang ada.

Turut mengikuti apel kesiapan Karhutla ini, Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danrem Wirabima, Brigjen TNI M Syech Ismed, Danlanud, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, serta Forkopimda dan Kepala OPD lainnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook