Harapan Baru pada Tol Pekanbaru - Dumai 

Minggu, 05 Juli 2020 - 18:44 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Harapan Baru pada Tol Pekanbaru - Dumai 


KORANMX.COM, PEKANBARU -- Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai), sepanjang 131,48 kilometer (Km),   akan meringkas  waktu tempuh Pekanbaru - Dumai sekitar 1 jam perjalanan.

Saat ini pembangunannya , saat sudah mencapai hampir 99 persen. Tinggal hanya dilakukan beberapa perbaikan di sana-sini.

Jalan ton ini memiliki rute enam seksi. Masing-masing ruasnya, seksi satu Pekanbaru-Minas dengan panjang 9,2 km. Seksi dua, Minas-Petapahan sepanjang 23,6 km, seksi tiga, Petapahan-Kandis Utara sepanjang 17,45 km.

Kemudian, seksi empat antara Kandis Utara-Duri Selatan sepanjang 28,95 km, seksi Lima antara Duri Selatan-Duri Utara    sepanjang 27,23 km. Kemudian, Duri Utara-Dumai sepanjang    25,05 km.

Rencananya, setelah rampung, peresmiannya akan dilakukan oleh Presiden Jokowi. 

''Kami berharap Pak Jokowi bersedia meresmikan tol ini, dalam waktu dekat ini. Karena, setelah kita tinjau, progresnya hampir 99 persen,'' kata Gubernur Riau (Gubri)  Syamsuar, saat mengajak Anggota DPR RI Syahrul Aidi, Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen Irwansyah beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, meninjau Tol Pekanbaru-Dumai, Sabtu (4/7/2020).

Gubri menyebut, kehadiran Pangdam juga karena ingin melihat dan merasakan langsung melintasi tol. Kemudian, mengecek keamanannya.

''Di sisi pembangunan, kami lihat, sudah mencapai 100 persen. Sehingga mimpin dan harapan masyarakat Riau punya jalan Tol sebentar lagi akan terwujud,'' kata Gubri. 

Artinya, peninjauan yang dilakukan berprogres cukup baik. Sehingga penggunaannya, segera bisa dilakukan setelah peresmian.

Keberadaan tol Pekanbaru-Dumai ini, diharapkan berimbas pada majunya ekonomi rakyat daerah di Riau. Dengan semakin singkatnya jarak tempuh yang awalnya mencapai empat hingga lima jam.

''Apalagi di saat wabah Covid-19 ini, di mana ekonomi kita semua merosot,'' ujarnya.

Bergerak dari kantor Gubernur, rombongan, langsung menuju Seksi satu. Kemudian langsung melakukan pengecekan.

Namun, Pangdam tak bisa ikut meninjau hingga ke tol Dumai. Karena ada tugas lain.

Sebelum pergi menjalankan tugas lain, Pangdam memberikan keterangan, bahwa ia menilai progres pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai berjalan cukup baik.

Perwira Tinggi TNI bintang dua ini, melihat kesiapan tol sudah tuntas. Tinggal hanya menyelesaikan masalah lain. Sehingga, saat peresmian semua sudah clear.

''Hasil tinjauan ini akan saya laporkan ke Presiden,'' sebut Pangdam, kemudian berpamitan.

 

Tol Tidak Ganggu Lalulintas Gajah

Selain meningkatkan ekonomi masyarakat daerah, keberadaan tol Pekanbaru-Dumai, sebut Gubri tidak akan mengganggu lalulintas gajah.

Untuk tetap menjaga habitat gajah Sumatera, pembangunan tol ini sebut Gubri membuat terowongan gajah.

''Terowongan gajah ini pertama di Indonesia dan kedua di dunia,'' beber Gubri.

Artinya, sebut Gubri yang juga sempat menyaksikan langsung beberapa ekor gajah liar yang berkeliaran di sekitaran tol Permai. Penampakan gajah ini, juga akan menjadi destinasi wisata.

''Jalan tol kita ini punya rasa kasih sayang terhadap satwa, tadi sempat kita saksikan tadi gajah liar di kawasan tol, saya rasa keberadaan Tol Permai tidak menggangu habitat gajah dan tentunya lingkungan dan habitat faunanya tetap terpelihara,'' ujar Syamsuar.

Syamsuar juga mengatakan Tol Permai yang memberi ruang untuk habitat gajah dan fauna lainnya merupakan suatu prestasi yang dicapai oleh Pemerintah Provinsi Riau.

 

Pembangunan Tol dan Roro

Sama halnya, upaya meningkatkan ekonomi rakyat daerah dengan keberadaan tol. Pembangunan pelabuhan Roro Dumai-Melaka juga diharapkan berimbas meningkatnya taraf hidup masyarakat.

Hal ini dijelaskan Gubri, kepada Anggota DPR RI Syahrul Aidi dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Fokompimda) Riau yang ikut melakukan peninjauan.

Gubri menjelaskan sisi pelabuhan yang menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Provinsi Riau khususnya di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Riau.

Pelabuhan Roro Dumai ini sebut Gubri, jika dioperasikan akan bertaraf international. Karena merupakan program Presiden RI yang menghubungkan Thailand, Indonesia dan Malaysia.

''Kami berharap Anggota Komisi V DPR RI mendukung program pembangunan Roro Dumai ini,'' harap Gubri.

Kerjasama ini, sebut Gubri sudah beberapa kali saat rapat  baik Indonesia dan Malaysia terakhir di Dumai.

Lebih lanjut Gubri menjelaskan belum ada tindak lanjut lagi pembahasan ini karena masih sibuk mengurusi penanganan Covid-19 di Riau dan pencegahan Kathutla di Riau. 

'Kesempatan yang ada sekarang ini, bersama anggota DPR RI komisi V Syahrul Aidi, DPRD Riau dan Forkopimda Riau, sekaligus menjelaskan apa yang sudah di kerjakan dari pemprov Riau sejak di tetapkannya Roro international dari Roro Dumai-Melaka. Tentunya  kiranya dapat dilanjutkan ke Komisi V didukung Bapak Syahrul Aidi  yang membahas kerjasama Indonesia Malaysia dan Thailand. sekaligus kesiapan apa yang sudah dibahas termasuk  progresnya,'' terangnya.

Syahrul Aidi menjelaskan, apa yang disampaikan gubernur mengenai Kota  Dumai dan Provinsi Riau sudah dikomunikasikan dengan Kementerian Perhubunagn khususnya kebutuhan Roro Dumai Melaka. 

''Karena ini sangat strategis membuka ruang sangat besar bagi Indonesia khususnya Riau dan sekitar. Konektifitas Indonesia Malaysia dan Thailand melalui Dumai akan memberi efek besar bagi masyarakat kita dan Indonesia. tentu saya akan mendorong Kementrian terkait mengalokasikan anggaran mendukung terpenuhinya infrastruktur yang dibutuhkan Roro Dumai- Melaka ini,'' terangnya.

Sebelum rombongan peninjauan pulang. Terlebih dahulu dilakukan pengecekan penerapan New Normal di pelabuhan Dumai.

Gubri sempat berdialog dengan masyarakat, dan mengharapkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

''Hati-hati di jalan, yang penting bapak dan ibuk harus tetap terapkan protokol kesehatan,'' kata Gubri.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook