Diduga Ada Penyelewengan Dana Bantuan Covid-19, Advokat Ini Lapor ke Kejari

Minggu, 05 Juli 2020 - 19:00 WIB  
Reporter : Fanny Rizano
Redaktur : Oce E Satria

Diduga Ada Penyelewengan Dana Bantuan Covid-19, Advokat Ini Lapor ke Kejari


KORANMX.COM, PEKANBARU -- Seorang warga Jalan Pembangunan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Suroto, akhirnya melaporkan dugaan tindak pidana korupsi pada penyaluran bantuan untuk warga terdampak Covid-19 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Suroto yang berprofesi advokat itu, melaporkan dugaan tersebut setelah adanya pemberitaan terkait keluhan warga yang menerima bantuan tidak sesuai.

"Benar, sudah saya laporkan. Ini sebenarnya menjawab tantangan dari pihak kejari. Karna dalam pemberitaan kan, mereka minta dilaporkan. Ya makanya ini saya laporkan," ucap Suroto, Ahad (5/7/2020).

Diterangkannya, seharusnya pihak kejaksaan tidak mesti harus ada laporan baru bertindak. Hal tersebut dikarenakan sudah adanya warga yang merasa dirugikan dalam mengambil dana bantuan tersebut.

"Karena itukan sudah ada dugaan awalnya dari keterangan warga penerima bantuan. Jadi ngapain lagi nunggu laporan. Tapi ya tidak apa-apalah, kita ikuti. Makanya kita laporkan dugaan itu," terangnya.

Ditambahkannya, dengan adanya laporan itu, dirinya berharap agar Korps Adhyaksa Kota Pekanbaru, segera menindaklanjuti laporannya tersebut.

"Ya saya berharap agar ini secepatnya dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan. Kasihan kan warga yang terdampak. Yang diterima tidak seberapa, kena potong pula," tambahnya.

Terkait dengan laporan itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni SH saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui.

"Saya belum tahu. Senin (6/7) besok saya cek laporannya," ujarnya.

Dilanjutkannya, jika benar adanya laporan tersebut, dirinya berjanji akan menindaklanjutinya. Pihaknya akan melakukan penelaahan terlebih dahulu sebelum ditingkatkan ke penyelidikan nantinya.

"Ya pastilah ditindaklanjuti dulu. Untuk awalnya kita telaah (laporan tersebut) dulu nanti," lanjutnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, diduga ada penyimpangan dalam penyaluran bantuan untuk warga terdampak Covid-19 tersebut. Dugaan penyimpangan yang dimaksud adalah bantuan yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau. Penyalurannya dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Dalam bantuan ini, seharusnya per Kepala Keluarga (KK) penerima mendapatkan uang sebesar Rp300 ribu. Namun kenyataannya, mereka hanya menerima Rp250 ribu saja.

Informasi adanya pemotongan dana tersebut berawal dari seorang warga penerima bantuan yang bernama Daryadi. Kepada awak media, Daryadi mengatakan bahwa bantuan itu diambil di BPR Pekanbaru, Jalan Arifin Achmad. Setelah antre cukup lama, dia akhirnya menerima uang tersebut sebesar Rp250 ribu. Sedangkan sisanya sebesar Rp50 ribu, belum bisa diberikan pihak BPR.

"Kata pihak BPR Rp40 ribu dikasihkan bulan depan. Rp10 ribu untuk biaya administrasi. Sayang juga kenapa harus nunggu sebulan lagi untuk mengambil sisanya," ujarnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook