Polda Riau Amankan Rokok Ilegal Senilai Rp 4,9 Miliar di Bawah Tumpukan Kelapa

Selasa, 07 Juli 2020 - 16:56 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Polda Riau Amankan Rokok Ilegal Senilai Rp 4,9 Miliar di Bawah Tumpukan Kelapa

Direktur Polair Polda Riau, Kombes Pol Badaruddin didampingi Kabid Humas, Kombes Sunarto menunjukkan rokok ilegal hasil tangkapan

KORANMX.COM, PEKANBARU--Satu unit Kapal Layar Motor (KLM) Wan Rezky Jaya bersandar di Sungai Siak, persisnya di Mako Polisi Perairan Polda Riau, Selasa (7/7/2020). 

Tampak petugas di sana, hilir mudik mengangkut muatan lain kapal selain kelapa dikemas dalam kardus. Selain itu, turut digiring dari KLM Wan Rezky Jaya itu, dua diduga tersangka yakni Ju dan IH.

Direktur Polisi Perairan Polda Riau, Kombes Pol Badaruddin, didampingi Kabid Humas Kombes Sunarto dan Kasubdit Gakkum AKBP DR Wawan SH MH, mengatakan, KLM itu bersama dua pelaku diamankan pada Sabtu (4/7/2020) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Penangkapan ini, sebut Badarudin, berawal dari pihaknya mendapat informasi dari masyarakat dan hasil penyelidikan Unit Intel Air Subdit Gakkum tentang adanya kegiatan penyelundupan rokok dari Kepri tujuan Sungai Dendan kabupaten Inhil.

Selanjutnya Tim Offensiv Ditpolairud Polda Riau dipimpin oleh Kompol Syamsuddin SH MH beserta Dan Pal KP IV-1007 dan Dan Pal KP IV-1008, berangkat dari Kuala enok, Inhil menggunakan sarana Tactical Ship 03 dan melaksanakan patroli disekitar perairan Kuala Selat, Kecamatan Kateman. '

"Saat diperiksa petugas menemukan buah kepala di atas kapal, yang dijaga Ju dan IH,'' terang Badaruddin.

Jika dilihat dari luar, kapal tersebut dipenuhi oleh kelapa. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di bawah kelapa ditemukan 1.062 kotak rokok merk Luffman, tersangka sengaja menutup dengan kelapa untuk mengelabui petugas.

Dari hasil pendalaman, seluruh muatan berjumlah 1.062 kardus. Dengan rincian perkardus 50 Slop. ''Untuk kerugian negara ditaksir mencapai lebih kurang 4,9 milliar,'' terang Direktur. Sedangkan dari dua jenis rokok ini, untuk Luffman Merah sebanyak 650 Kotak dan Luffman putih sebanyak 412 Kotak.

Sedangkan untuk, siapa otak di belakangnya. Pihaknya, saat ini telah mengetahui, dan sedang melakukan pengembangan. ''Pemodalnya sudah kami kantongi identitasnya,'' terang Badaruddin.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook