Gubri Teken MoU dengan BPKP

Jumat, 10 Juli 2020 - 21:02 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Gubri Teken MoU dengan BPKP


KORANMX.COM, PEKANBARU--Untuk pengembangan sistem pengawasan dana bantuan pemerintah, Gubernur Riau (Gubri),  Syamsuar melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia, di Auditorium Gandhi Kantor BPKP, Jumat (10/7/2020).

Adapun pokok-pokok nota kesepakatan antara BPKP dan Pemprov Riau tentang penggunaan kode sumber aplikasi Mata Bansos untuk pengembangan sistem pengawasan dana bantuan pemerintah tertuang dalam surat keputusan Nomor : MoU 001/D3/03/2020 dan Nomor:11/NK/7/2020.

Ruang lingkup kerja sama itu meliput penggunaan kode sumber aplikasi Mata Bansos untuk pengembangan sistem bantuan dana pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan SDM yang dimiliki oleh semua pihak, serta kegiatan lain yang disepakati.

MOU ini berlaku lima tahun dan dapat diperpanjang dan diakhir atas persetujuan kedua pihak. Namun jika ingin menghentikan dan memperpanjang harus memberitahu secara tertulis terlebih dahulunya paling lambat 30 hari kerja serta bisa batal dengan sendiri apabila ada per UU dan atau kebijakan pemerintah lainnya.

Terkait MoU ini, Gubri menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPKP RI dan BPKP Riau yang telah menginisiasi terlaksananya MoU tersebut.

Menurutnya, tim BPKP Riau selalu mendampingi dan mendukung Pemprov Riau dalam percepatan penyaluran bantuan, terutama pada saat pandemi Covid19 ini.

''Awal menetapkan penerima Bansos memang tidak mudah, terutama anggaran nya sudah di refocusing. Tapi BPKP Riau selalu membantu kami,'' ucapnya.

Gubri menyebutkan, ia sering mengundang pihak BPKP dan instansi terkait membahas Aplikasi Mata Bansos ini, bahkan ia mengaku hampir setiap hari mengadakan pembahasan penyaluran dana Bansos ini.

''Semoga apa yang telah dibuat ini mempermudah kita mengetahui penyaluran bantuan sosial dan betul-betul sampai kepada masyarakat yang wajib menerimanya,'' katanya.

Maka dengan penggunaan Aplikasi Monitoring Data (Mata) Bantuan Sosial (Bansos) ini, diharapkan menjadi salah satu solusi dari kekhawatiran pemerintah daerah Riau dalam menyalurkan bansos atau bantuan pemerintah.

Ia menuturkan, awal menetapkan dan menyalurkan Bansos memang tidak mudah, terutama berkaitan persiapan data penerima meskipun dananya sudah dianggarkan.

''Waktu itu, gubernur dan wali kota takut dan risih, kepada siapa yang akan dibantu takut double. Apalagi kita tahu kondisi masing-masing daerah, ada warga yang tidak ada NIK dan lainnya. Rakyat kami banyak di kebun dan ada yang tinggal di kawasan industri dan merasa tidak perlu KTP yang penting mereka kerja,'' ujarnya.

Namun, meskipun demikian, pihaknya selalu menjalin komunikasi dengan segala pihak, ditambah lagi diperkuat oleh kerja samanya dengan  Kapolda Riau, Kejati Riau dan BPKP Riau.

Selain dengan stakeholder yang ada di Riau, kekhawatiran Pemprov Riau dalam penyaluran Bansos juga disampaikan nya ke pihak KPK dengan menjalin komunikasi secara virtual. Bahkan sebut Gubri, ia sempat mengirimkan surat ke KPK dalam penyaluran bantuan ini.

Gubri mengaku, ia selalu mengingatkan stafnya untuk berhati-hati dalam bekerja apalagi mengelola keuangan negara, karena pekerjaan tersebut akan dipertanggungjawabkan di dunia hingga akhirat.

'Begitulah cara kerja kami agar kerja kami benar, kami tidak ingin melanggar peraturan perundang-undangan,'' sebutnya.

Dengan MoU ini, Gubri merasa bersyukur dengan adanya aplikasi ini, meskipun pada awalnya sebenarnya aplikasi itu belum siap betul.

Namun sebutnya, aplikasi tersebut sangat membantunya dalam melihat update penyaluran bantuan serta bisa memonitoring langsung dan jika ada permasalahan akan ditindaklanjuti dengan segera.

Gubri juga mengharapkan agar kerja sama yang sudah terjalin baik antara Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan Pemprov Riau untuk dapat dipertahankan dan ditingkatkan dimasa yang akan datang.

''Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin dengan baik,'' katanya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook