Kemenag Riau, Izinkan Salat Iduladha Berjemaah 

Selasa, 21 Juli 2020 - 19:34 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Kemenag Riau, Izinkan Salat Iduladha Berjemaah 


KORANMX.COM, PEKANBARU--Kabar gembira bagi umat muslim di Provinsi Riau, yang bertanya-tanya apakah, boleh melakukan solat Iduladha berjemaah tahun ini.

Kepala Kantor Wilayah (Kakannwil) Kementerian Agama (Kemenag) Riau Dr. H Mahyudin, MA, yang dihubungi, Selasa (21/7/2020) menyampaikan umat muslim di Riau boleh melaksanakan  salat Iduladha secara berjamaah. 

Izin ini diberikan, untuk melakukan ibadah salat jemaah Iduladha di masjid maupun di musala, bahkan di lapangan terbuka. 

Namun, tetap ada catatan, yakni pelaksanaan salat iduladha harus tetap mematuhi  protokol kesehatan yang ketat. 

Karena itu, ia mengimbau, agar sebelum salat terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan suhu tubuh seluruh jemaah, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer mewajibkan jemaah menggunakan masker dan mengatur jarak shaf agar tidak berdekatan. 

''Salat Iduladha boleh dilaksanakan di dalam masjid atau di lapangan, tapi kuncinya harus dengan menerapkan protokol kesehatan. Kemudian salat dan kutbahnya dipersingkat, dengan tidak mengurangi makna dari pelaksanaan iduladha,'' katanya.

Ia menegaskan, dalam praktiknya di lapangan, jika ada jemaah yang sakit, demam atau batuk tidak dibenarkan ikut melaksanakan salat berjamaah, baik di masjid maupun di lapangan. 

Sesuai surat edaran dari Kementerian Agama RI, tentang pelaksanaan salat Iduladha 1441 H diatur sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi oleh jemaah dan pengurus rumah ibadah. Di antaranya menyiapkan petugas untuk melakukan dan pengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan salat Iduladha. 

Kemudian melalui pembersihan di lokasi yang akan dijadikan tempat salat, membatasi pintu keluar masuk, menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer, menyediakan alat pengecekan suhu tubuh, menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter. 

Lalu, mempersingkat pelaksanaan salat dan khutbah Iduladha tanpa mengurangi ketentuan dan syarat serta rukunnya. Tidak mewadahi sumbangan atau sedekah dengan cara menjalankan kotak. Karena berpindah tangan rawan terhadap penularan Covid-19.

Kemudian untuk jemaah protokol kesehatan yang harus dijalankan diantaranya jemaah harus dalam kondisi sehat, membawa sajadah sendiri dari rumah, menggunakan masker,  mencuci tangan, menghindari kontak fisik, menjaga jarak, bagi anak-anak dan lanjut usia untuk tidak mengikuti salat iduladha secara berjamaah baik di masjid maupun di lapangan.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook