Dipertanyakan, Kejari Kampar Minim Usut Perkara Korupsi

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 07:00 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Dipertanyakan, Kejari Kampar Minim Usut Perkara Korupsi

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Mia Amiati saat konferensi pers terkait capaian kinerja Korps Adhyaksa di Riau dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-60, Rabu (22/7/2020) [Foto: tribunnews.com]

KORANMX.COM, BANGKINANG -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar, mendapat sorotan dan bahkan  teguran dari Kejaksaan  Tinggi (Kejati) Riau. Sehubungan dengan nihilnya penanganan tindak pidana korupsi di Kampar. Hal Ini menjadi kekawatiran apakah benar tidak ada korupsi di Kampar?

Sebelumnya diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Mia Amiati, dua jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) di Provinsi Riau, diketahui nihil dalam penanganan tindak pidana korupsi (tipikor). Dua Kejari yang dimaksud yakni Kejari Dumai dan Kejari Kampar.

"Dua Kejari itu tidak ada menangani perkara korupsi dalam satu tahun terakhir," demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Mia Amiati saat konferensi pers terkait capaian kinerja Korps Adhyaksa di Riau dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-60, Rabu (22/7/2020) lalu.

Muhammad Ikhsan, Koordinator Indonesia Coruption Investigation (ICI) Kabupaten Kampar, menilai, dengan adanya teguran tersebut, sepertinya Kejati Riau melihat  Kejari Kampar sengaja tutup mata dengan masalah yang terjadi. "Sebab pemberitaan korupsi di Kabupaten Kampar di media massa, sangat banyak. Tidak ada satu pun tersentuh. Jadi hal ini tentunya menjadi hal aneh," ungkap Ikhsan, Jumat (31/7/2020).

Untuk penanganan masalah korupsi, terlihat jelas  Kejari Kampar tidak serius. Karena begitu banyak dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kampar, antara lain dugaan penyimpangan Dana DAK di Dinas Pendidikan dengan modus pecah paket pekerjaan, dugaan penyimpangan dana  Covid-19  Diskes Kampar, dugaan korupsi di RSUD Bangkinang  dan pengadaan mobil dinas Ketua DPRD dan Bupati Kampar yang melanggar aturan.

"Tetapi anehnya  Kejari Kampar tutup mata dan tidak mengusut dugaan dugaan kasus korupsi tersebut.  Sebab bisa dilihat, perkara korupsi bukan produk sendiri. Kalaupun ada produk sendiri sampai sekarang belum tahu hasilnya," tuturnya.

Jika Kejari Kampar masih tidak bekerja ataupun terkesan bermain mata  dengan oknum yang berada di istansi yang diduga terjadi korupsi, Jaksa Agung harus mengevaluasi Kajari Kampar. "Dengan menempatkan orang terbaiknya yang serius dalam penangan korupsi," pesannya

Karena masyarakat saat ini sudah resah dengan  korupsi yang terjadi di Kampar. Hal itu dilihat dari  maraknya aksi-aksi demostrasi oleh beberapa elemen masyarakat yang menuntut agar aparat hukum menuntaskan kasus kasus korupsi yang terjadi di Kampar. "Untuk itu kita ingin Kejaksaan dan kepolisian di Kampar serius,"  tegasnya.

Mengenai Kejari Kampar yang menjadi sorotan Kejati Riau dalam penanganan korupsi, Kasi Intel Kejari Kampar Silvanus Manulang, mengatakan dia tidak bisa berkomentar dalam hal ini. "Namun dalam prinsipnya setiap laporan kita tindak lanjuti," katanya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook