Ini Pandangan Hukum DR Saut Maruli Tua Jika Musda Golkar Kampar Diganggu Oknum

Jumat, 07 Agustus 2020 - 21:06 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Ini Pandangan Hukum DR Saut Maruli Tua Jika Musda Golkar Kampar Diganggu Oknum


KORANMX.COM, KAMPAR --  Akademisi dan praktisi hukum DR Saut Maruli Tua Manik SHi SH MH CLA, memberikan pandangan hukum terkait  adanya ketegangan dalam menjelang Musawarah Daerah (Musda) Golkar Kampar, yang diadakan di Hotel Labersa  8 sampai 9 Agustus 2020.

"Kalaupun ada gejolak ataupun riak riak kecil dalam perebutan kursi Ketua Golkar Kampar, itu hal biasa. Namanya saja berorganisasi, kalau tidak adu statement dan perang opini  yang tidak asyiklah," katanya, Jumat (7/8/2020)

Tetapi dalam hal ini, sebut DR. Saut Maruli Tua Manik, ia mengingatkan para pihak yang mengusung jagoannya diharapkan jangan sampai melanggar hukum. Karena itu jika melakukan sesuatu pikir-pikir dulu, apakah yang akan dilakukan ini bisa bermasalah hukum nantinya.

"Untuk itu para pengusung jagoannya jangan sampai terpancing oleh oknum yang sengaja melakukan provokasi yang mengarah keperbuatan kriminal dalam kegiatan acara yang berlangsung," pesanya.

Hal hal yang bisa membuat orang bisa di bermasalah hukum dalam acara Musda Golkar yang berlangsung ada aspek Pidana dan Perdata, kata Saut Maruli Tua. Pertama aspek pidana, jika ada yang merusak bangku, spanduk dan atribut partai dalam acara tersebut bisa di kenakan pidana Pasal 170 KUHPidana jika itu dilakukan lebih dari satu orang.

"Makanya bagi para yang datang nanti meskipun berbeda dukungan tetap dapat berpikir positif, jangan sampai berbuat anarkis nantinya," ungkap praktisi hukum alumni MAN 1 Pekanbaru ini.

Sedangkan kedua  dalam aspek hukum perdata, akan muncul nantinya jika perbuatan tersebut merugikan, sebut Saut Maruli Tua. Hal ini disebabkan jika  musda gagal dilaksanakan, tentu kerugian ada disewa tempat dan hal  lainya yang sudah mengeluarkan biaya.

"Meskipun perlu pembuktian yang mungkin cukup berat tetapi pelakunya bisa dihukum perdata dan pidana, jika ada unsur yang kuat mengarah ke pelakunya," jelasnya.

Namun terlepas dari ini semua, kata Saut Maruli Tua, jangan sampai ada mengarah ke perkara pidana dan perdata. Karena itu diharapkan Mahkamah Partai dapat menyelesaikan permasalahan jika nanti terjadi. " Jikapun nanti ada perang argumen, diharapkan dalam pikiran sehat dan sesuai dengan AD/ ART partai. Jangan keluar dari subtansi masalah," pungkasnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook