PGN Komit Tekan Penyebaran Covid di Lingkungan Kerja dan Mitra

Kamis, 13 Agustus 2020 - 08:09 WIB  

PGN Komit Tekan Penyebaran Covid di Lingkungan Kerja dan Mitra

PGN rutin melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kerja.

JAKARTA--PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang menjadi bagian dari PT Pertamina (Persero) selaku induk holding Migas, konsisten menjalankan program untuk mendukung pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, terutama di lingkungan kerja dan mitra. Selain itu, sejumlah upaya pun telah dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak. 

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengungkapkan, sekitar 3.200 pekerja PGN Group sejak Juni lalu telah kembali beraktivitas di kantor sesuai arahan Kementerian BUMN untuk menerapkan skenario new normal. Hanya saja, work from office (WFO) fleksibel maksimal 50 persen pekerja sampai sekarang masih diterapkan, karena situasi belum kondusif.

“Sesuai arahan Pertamina, melaksanakan WFO dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan ketat. Pekerja masuk kantor dengan syarat utamanya adalah dalam kondisi sehat atau fit dan tidak memakai transportasi umum massal. Pemeriksaan temperatur juga wajib dilakukan sebelum memasuki area kerja,” kata Rachmat, Selasa (12/08/2020).

Lebih lanjut Rachmat menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan moda transportasi berupa bus dan mobil sebagai pengganti transportasi pekerja yang biasanya memakai transportasi publik. Pemberangkatan setiap pagi dibagi menjadi dua yaitu pukul 06.00 WIB dan 11.00 WIB. 

“Titik-titik penjemputan berada di Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi. Shuttle juga standby untuk mengantar pekerja pulang dari kantor,” imbuh Rachmat.

Saat ini masih dilakukan upaya antisipasi munculnya klaster penularan Covid-19 di perkantoran yang ramai diberitakan. Berdasarkan skenario awal, bulan ini diprediksi sudah ada penambahan pekerja menjadi sekitar 70 persen yang WFO. 

"Mengingat keadaan yang belum membaik, maka pembatasan kegiatan perkantoran masih berlaku. Tetap dilaksanakan penerapan disiplin atas protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Rachmat.

Rachmat menjelaskan, perusahaan secara berkala membersikan area kantor dan membatasi penggunaan perangkat kantor. Di samping itu, sistem presensi saat ini menggunakan aplikasi dari ponsel pribadi dan mewajibkan pekerja membawa peralatan ibadah sendiri. Pekerja yang memiliki riwayat komorbid, berusia lebih dari 50 tahun atau ibu menyusui, masih tetap diwajibkan untuk work form home (WFH) penuh.

“Untuk penerapan protokol kesehatan, perusahaan memberikan dukungan untuk pekerja WFO. Antara lain pemberian jarak pada meja kerja, menyediakan masker dan hand sanitizer, mengutamakan rapat dan kegiatan yang melibatkan peserta lebih dari 10 orang secara online,” jelas Rachmat. 

Guna menunjang kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19 untuk pekerja WFO, perusahaan menyediakan alat pelindung diri (APD), steriliriasi dan disinfeksi tempat kerja secara berkala, penyediaan fasilitas dan tenaga medis, penyelenggaraan rapid test, serta penyediaan vitamin dan suplemen untuk menunjang imunitas pekerja sesuai rekomendasi dokter.

Selain itu, sebagai salah satu bukti kepedulian PGN terhadap mitra yang menggunakan BBG, PGN Group melakukan penyemprotan disinfektan, membagikan masker dan hand sanitizer pada pengemudi bajaj. Melalui PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), PGN menerapkan sistem pembayaran nontunai untuk transaksi GasKu di seluruh SPBG dan MRU.

“Untuk penerapan sistem pembayaran nontunai ini, Gagas bekerjasama dengan Bank Mandiri melalui e-money dan debit mandiri. Selain itu, terdapat opsi pembayaran nontunai lain menggunakan LinkAja,” ungkap Rachmat.

Penggunaan transaksi nontunai juga dirasa tepat penerapannya saat ini untuk dapat menghindari bakteri atau virus di tengah pandemi Covid-19. Pembayaran nontunai dapat mengurangi pemakaian uang kertas yang bisa menjadi perantara bakteri dan virus. Menurut Rachmat, pembayaran menggunakan kartu atau ponsel, bisa lebih mudah untuk disterilkan setelah digunakan.

PT Gagas juga membagikan sekitar 100 unit uang elektronik kepada kendaraan yang mengisi BBG di SPBG untuk mempermudah transaksi secara nontunai dan meminimalisir perpindahan uang tunai untuk mencegah bakteri dan virus.

“Kami juga mendorong pelanggan Jargas untuk melakukan pembayaran tagihan gas secara online melalui platform Tokopedia, Gopay, atau LinkAja. Inovasi pelayanan ini kami harapkan bisa meminimalisir sentuhan dan mengurangi aktivitas di luar rumah, dan juga lebih praktis,” sambungnya.

Rachmat menegaskan bahwa PGN siap berkontribusi dalam program-program sosial pemerintah untuk penanganan Covid-19. Langkah-langkah yang dilakukan ini diharapkan dapat mengurangi risiko paparan dan penyebaran virus, baik di sisi pekerja, mitra kerja maupun pelanggan.

“Sebagai bagian dari BUMN dan holding Pertamina, selain memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, langkah-langkah antisipasi sesuai prosedur kesehatan Covid-19 juga dilakukan. Perusahaan menyadari betul, pentingnya fasilitas untuk menunjang penerapan protokol kesehatan dapat berjalan optimal bagi tiap pekerja. Tapi perusahaan juga mengimbau agar dari tiap pekerja sungguh-sungguh menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 demi kebaikan bersama dan bisa menjadi contoh positif bagi masyarakat,” tutup Rachmat. mx



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook