Optimalkan Portofolio Hilir

PGN Kejar Target Pengembangan Bisnis LNG di Pasar Internasional

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:23 WIB  

PGN Kejar Target Pengembangan Bisnis LNG di Pasar Internasional


JAKARTA--PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas PT Pertamina (Persero) berupaya meningkatkan kapabilitas dalam pengelolaan LNG, sehingga dapat meningkatkan kemampuan di kancah internasional sebagai global LNG player. Dengan portofolio yang dimiliki, dari mulai penyediaan infrastruktur, pemrosesan, transportasi, penyimpanan, bunkering dan niaga LNG, PGN bertekad mengejar target pengembangan bisnis LNG internasional, khususnya di pasar Asia.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar mengatakan, bagi PGN, LNG merupakan sebuah opportunity untuk memasuki pasar internasional, baik dari segi pengembangan infrastruktur maupun trading, sehingga bisa menjadi pemain gas internasional. Hal ini seiring dengan peran PGN dalam mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan gas dalam negeri. Targetnya, PGN dapat meningkatkan volume pengelolaan niaga gas bumi untuk global LNG trading hingga ±130 BBTUD untuk 5 tahun pertama dan akan dikembangkan untuk tahun-tahun berikutnya.

“Permintaan gas di Asia Pasifik meningkat setiap tahunnya. Sebagai negara dengan cadangan gas yang besar, Indonesia dapat memperbesar prospek bisnis gas bumi ke negara-negara Asia Pasifik, terutama Asia Tenggara. Beberapa negara di South East Asia masuk dalam sasaran LNG trading. Proyeksi permintaan sebesar 0,5 metrik ton per tahun (MTPA) atau setara dengan sembilan kargo per tahun. Respon positif telah didapatkan dan proses penjajakan dilakukan dengan proyeksi permintaan sekitar 18 kargo per tahun,” jelas Syahrial, Jumat (14/08/2020).

Syahrial mengungkapkan, upaya ekspansi bisnis LNG internasional telah dilakukan. Salah satunya antara PGN dan Sinopec, yang telah menandatangami perjanjian master jual beli LNG dan proyek small-scale LNG di China yang bekerja sama dengan perusahaan manufaktur logistik ISO Tank.

Selain itu, PGN juga tengah melakukan pengkajian untuk menginisasi ekspansi bisnis LNG, khususnya di negara-negara Asia selatan yang berpotensi menjadi target pemasaran LNG. 

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menambahkan, bisnis LNG juga menjadi bagian penting dari transformasi Pertamina sebagai holding Migas dan PGN sebagai subholding gas. Apalagi pada pertengahan 2019, PGN mendapat tugas dari Pertamina untuk mengelola bisnis LNG end-to-end secara penuh. 

“PGN mengambil peran dan melakukan langkah-langkah strategi untuk memanfaatkan segala peluang LNG yang ada. Di antaranya melalui pengelolaan FSRU,” imbuh Rachmat.

PGN memiliki dua FSRU. FSRU Lampung di Labuhan Maringgai, kapasitas 1,5–1,7 MTPA dengan volume penyaluran mencapai 240 MMSCFD yang terintegrasi dengan fasilitas pipa transmisi SSWJ, menghubungkan sumber-sumber gas bumi di Sumatra bagian tengah, selatan dan Jawa Barat. Kemudian, FSRU Jawa Barat, serta regasifiksi darat PT Perta Arun Gas di Arun Lhokseumawe Aceh. Selama ini, PGN telah menyalurkan gas bumi hasil regasifikasi LNG lebih dari 250 BBTUD.

“Ada beberapa anak perusahaan PGN yang turut menjadi menyokong portofolio LNG yaitu Nusantara Regas yang memiliki kapabilitas regasifikasi LNG, tetapi memang ditujukan untuk mendukung sektor kelistrikan nasional. Kemudian, PT Perta Arun Gas yang dikembangkan sebagai hub LNG dengan kapasitas regasifikasi 450 MMSCFD, memiliki empat tangki di darat dengan kapasitas masing-masing 125.000 m3 dan PT Pertagas Niaga yang berkontribusi pada bidang niaga retail LNG,” jelas Rachmat.

Rachmat menjelaskan, dengan mengoptimalisasi portofolio domestik tersebut, dapat menjadi bekal PGN melaksanakan inisiasi ekspansi bisnis LNG internasional. PGN juga akan berintegrasi dengan holding PT Pertamina untuk optimalisasi portofolio LNG pasar internasional.

“Dalam rencana bisnis ini, tantangan pasti ada. Salah satunya adalah ketidakpastian harga minyak dunia, yang bisa menyebabkan harga LNG menjadi tidak kompetitif. Dalam menyikapi hal tersebut, di antaranya dilakukan sinergi dengan pihak lain dalam rangka mengoptimalkan knowledge yang dimiliki, sehingga jasa atau produk yang ditawarkan memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujar Rachmat.

Lebih lanjut Rachmat menjelaskan bahwa kualitas SDM juga akan ditingkatkan agar dapat mendukung dinamika pengembangan bisnis perusahaan.

“Merujuk pada rencana jangka panjang perusahaan, PGN akan mengoptimalkan peluang untuk pengembangan bisnis global trading dan overseas marketing dengan memanfaatkan sumber daya LNG sourcing yang dimiliki dan kemampuan perusahaan dalam penyediaan infrastruktur hilir,” tutup Rachmat. mx



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook