”Akibat Kesilapan, Aku Menyesal Seumur Hidup”

Kamis, 08 Februari 2018 - 13:57 WIB   [257 Klik]

”Akibat Kesilapan, Aku Menyesal Seumur Hidup”

Said--KM (baju kuning), tersangka pencabulan.

Pelalawan---Bak pepatah nasi sudah jadi bubur, inilah perumpaman yang sedang disandang oleh seorang kernek angkutan sekolah PT Mekarsari Alam Lestari (MAL) berinisial KM (64). Pasalnya, telah melakukan pencabulan terhadap dua murid sekolah dasar (SD) sekaligus.

Ironisnya kakek yang telah memiliki 12 cucu itu, melakukan pencabulan di dalam mobil truk yang disulap jadi angkutan sekolah. Ketika korban yakni ID (12) dan FS (7) dicabuli saat diantar pulang dari sekolah kerumahnya di waktu berbeda dengan menggunakan mobil tersebut.

Akibat perbuatan kernek angkutan sekolah itu harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Pelalawan sejak, Sabtu (20/1) silam. Setelah perbuatanya terungkap, ketika korban menceritakan perbuatan cabuli yang dialami diceritakan pada orangtuanya yang juga bekerja di PT MAL.

‘’Saya Silap dan menyesali perbuatan ini semur hidup. Karena mereka (korban) seharusnya saya jaga seperti cucuku, tapi malah begini jadinya,’’ ujar KM ketika ditemui Pekanbaru MX beberapa hari lalu usai menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan Perempaun dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Pelalawan.

Walau diakui kesilapan pertama dilakukan oleh tersangka KM, pada awal bulan Oktober 2017 terhadap ID yang duduk di kursi depan dalam angkutan sekolah tersebut. ‘’Awalnya main-main saja tak ada niat sambil meraba-raba tubuhnya, tapi dipermasalahkan oleh orang tuanya,’’ ungkap KM.

Namun hal serupa juga menimpa FS yang diajak duduk di kursi depan mobil truk warna merah. Dengan modus yang sama korban dicabuli oleh kakek bertubuh kurus yang bekerja sebagai kernek. ‘’Saya tak ada niat, tapi seketika saja timbul saat duduk di samping kursi depan,’’ tuturnya.

Tapi saat kasus itu terungkap sempat akan diselesaikan secara kekeluargaan. Namun pihak keluarga korban tidak terima dan minta kasus diproses secara hukum. Agar memberikan efek jera dan tidak ada korban lagi. Setelah para orangtua dihantui rasa ketakutan, karena setiap hari anak-anak mereka diantar pelaku.

‘’Padahal saya sudah minta maaf pada orang tuanya. Tapi mereka tak terima dan tetap minta saya diproses secara hukum,’’ ungkap pria berkepala plontos tersebut.

Maka setelah pelaku di jebloskan ke dalam sel, sebagai penebus doa dirinya senantiasa melaksanakan salat lima waktu di dalam jeruji besi. Walau terasa berat hari-hari di jalani dalam sel. Tapi KM berusaha tetap tegar. Ketika harus berpisah dengan istri dan dua cucunya yang sedang di jaganya tersebut.

‘’Yang buat sedih ada dua cucu yang harus saya tanggung, setelah ibunya yang merupakan anak saya telah meninggal dunia, sedangkan suaminya pergi entah kemana. Jadi mereka terpaksa harus saya yang memeliharanya. Bahkan kemarin datang melihat saya dan tak mau pulang,’’ ucap KM dengan mata berkaca-kaca.

Namun perbuatan yang dilakukan pada dua murid SD sekaligus seumuran dengan cucunya itu, diakui oleh KM tidak pantas. Tetapi lagi-lagi diakui akibat kesilapan, tega mencabuli para korban. Hingga saat mengenang kejadian itu pelaku tidak dapat menahan kesedian dan menyesal perbuatanya secara mendalam.

Kini kernek mobil angkutan sekolah itu, bukan saja harus menghabiskan sebagian usianya yang sudah tidak muda lagi di balik jeruji besi. Tapi juga dua unit mobil truk warna merah yang disulap jadi angkutan sekolah oleh pihak PT MAL telah diamankan di sebagai barang bukti.

‘’Saya minta maaf bukan saja pada keluarga korban, tapi juga pada istri dan kedua cucuknya. Karena kejadian ini mereka harus ikut menderita, tanpa ada yang mencari nafkah dan menjaga kedua cucu ku di rumah,’’ pungkasnya dengan nada lemas.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook