Pemotongan Beasiswa PNS Kuansing untuk Pimpinan

Senin, 12 Februari 2018 - 15:07 WIB   [232 Klik]

Pemotongan Beasiswa PNS Kuansing untuk Pimpinan

EMPAT orang bersaksi untuk terdakwa mantan Sekda Kuansing.

PEKANBARU—Sidang lanjutan dugaan korupsi beasiswa untuk pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Kuansing kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (12/2) siang. Sidang dipimpin oleh hakim ketua Toni Irfan SH MH dengan agenda pemeriksaan saksi.

Adapun saksi yang diperiksa yakni Fedrik. Dia merupakan mantan Asisten III Setdakab Kuansing. Kemudian anggota tim anggaran pemerintahan daerah (TAPD) Rozi, sekretaris TAPD Musliadi dan operator TAPD Martono.

Di hadapan majelis hakim, saksi Fredik mengaku bahwa pada saat kejadian dia merupakan wakil ketua TAPD. “Saat itu ketua TAPD Sekda yang mulia. Pak Muharman,” tuturnya.

Dilanjutkannya, kegiatan bantuan dana pendidikan untuk PNS tersebut dianggarkan pada tahun 2014-2015. Namun, Fredik mengaku tidak pernah tahu soal pembahasannya. “Saya tidak tahu soal pembahasannya yang mulia,” ucapnya.

Sementara itu saksi lainnya, Rozi, Musliadi dan Martono, selain selaku TAPD, ketiganya juga merupakan penerima bantuan dana tersebut. Saksi Rozi mengaku dirinya mendapatkan izin untuk kuliah program magister (S2) di UIR. Atas izin tersebut, dirinya selanjutnya mengajukan proposal untuk bantuan dana pendidikan tersebut.

“Proposal diajukan ke bendahara. Waktu itu saya ajukan Rp45 juta. Ada kwitansi pembayarannya, sesuai dengan yang diajukan,” terangnya. Baca selengkapnya di Koran Pekanbaru MX........



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook