Program Pemkab Terkendala, Stok Bibit Kelapa Sawit Kosong

Jumat, 07 September 2018 - 15:41 WIB   [69 Klik]

Program Pemkab Terkendala, Stok Bibit Kelapa Sawit Kosong

Distan Kuansing dalam kegiatan pemeriksaan bibit kelapa sawit

KUANSING--Tidak tersedianya bibit kelapa sawit dalam jumlah yang cukup menjadi salah satu kendala berjalannya program pemerintah daerah tentang pemberian bibit kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing)  Wariman SP kepada wartawan. Selain tidak tersedianya bibit untuk masyarakat, kata Wariman, kendala lain adalah faktor regulasi keuangan daerah untuk penyediaan bibit, karena bibit perlu pemesanan lebih awal untuk memastikan ketersediaan bibit pada saat dibutuhkan.

”Untuk mendapatkan bibit sawit sesuai spesifikasi, kita mesti melakukan pemesanan ke penangkar lebih awal, sehingga ketersediaan dana di awal saat kita lakukan pemesanan, APBD belum bisa dipergunakan,” ucap Wariman.

Jika dilakukan pembelian secara acak di beberapa penangkar bibit, tambah Wariman, tidak akan bisa menjamin kualitas bibit dan harga relatif tinggi. Kalau untuk kepentingan masyarakat, sumber penangkar yang bersertifikat bisa saja di cari di berbagai daerah.

Untuk merealisasikan hal ini, Dinas Pertanian Kuansing sudah melakukan survey ke penangkar yang ada di Provinsi Riau, Jambi dan Sumsel. Namun jumlah bibit yang ada di penangkar sudah dalam pemesanan pihak lain, maka kita dianjurkan memesan lebih awal, terangnya.

Jika pemerintah tidak menemukan penangkar yang jelas dengan kapasitas bibit yang terpenuhi, Wariman mengatakan, pihaknya akan melakukan penangkaran secara mandiri di lokasi penangkaran bibit di Desa Sako Kecamtan Pangean.

Namun kendalanya, sambungnya, bibit tahun ini 2018 belum bisa disalurkan, tetapi baru bisa disalurkan pada akhir tahun 2019 mendatang.

Sebagian perusahaan perkebunan di Kuansing juga melakukan penangkaran bibit sawit, seperti PT Udaya Lojinawi, PT Wana Sari, PT SAR dan lain-lain. Tetapi kendalanya juga terkait ketersediaan bibit di perusahaan yang hanya untuk kebutuhan perusahaan sendiri,

“Mereka tidak bersedia menjual bibit karena hanya menangkar sesuai kebutuhan perusahaan dalam jumlah terbatas,” katanya.

Namun ditambahkannya, jika tidak bisa mendapatkan bibit dari penangkar resmi  terpaksa tahun depan dilakukan penangkaran sendiri di lokasi penangkaran bibit di desa Sako Kecamatan Pangean Di situ lahan tersedia 20 hektare dengan kapasitas 200 ribu bibit. Jadi cukup memadai, kita hanya butuh 180 ribu bibit per tahun, terang Wariman menutup pembicaraan.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook