Polisi Tangkap Calo di RSDC

Bikin SIM A & C Bayar Rp1,1 Juta

Jumat, 07 September 2018 - 16:16 WIB   [99 Klik]

PEKANBARU--Syafri Efendi tak berkutik dibekuk tim Opsnal Polsek Rumbai Pesisir, Rabu (5/9) sekitar pukul 15.30 WIB. Warga Jalan Setiabudi, Gang Budi II, Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh itu mengaku bisa mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan cepat tanpa tes.

Pria 29 tahun itu beraksi di RSDC Jalan Yos Sudarso. Tepatnya di bawah Jembatan Siak III Pekanbaru. Kini ia sudah dijebloskan ke dalam sel tahanan.

Penangkapan Syafri berdasarkan laporan Fajri. Mulanya, pada Sabtu (1/9) lalu sekitar pukul 11.00 WIB, ia hendak ingin mengurus SIM di RSDC. Tiba-tiba ia didatangi Syafri dengan menawarkan bantuan untuk pengurusan SIM cepat.

‘’Jadi saat itu tersangka (Syafri) menawarkan biaya untuk pengurusan SIM A dan SIM C. Biayanya sebesar Rp1.200.000,’’ ucap

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto, Jumat (7/9). Mendengar biaya sebesar itu, Fajri lalu minta kurang. Yakni, sebesar Rp1,1 juta untuk SIM A dan SIM C.

"Tersangka saat itu menyanggupi pengurusan SIM A dan C dengan biaya yang ditawarkan korban," ujar Bimo.
Setelah terjadi kesepakatan, Syafri menyuruh Fajri untuk mendaftar dan berfoto. Lalu menyerahkan berkas pendaftaran dan foto Fajri ke Syafri.

"Sebelum mendaftar, korban sudah menyerahkan uang sebanyak Rp500 ribu ke tersangka. Tersangka juga meminta nomor handphone korban," lanjut Bimo.

Selanjutnya Fajri menjalani proses pendaftaran dengan cara mengisi formulir, membuat surat kesehatan dan berfoto. Begitu selesai, berkasnya diserahkan kepada Syafri.

"Kemudian korban kembali menyerahkan uang sebesar Rp565 ribu ke tersangka. Uang itu sisa dari kesepakatan," jelas Bimo.

Setelah menerima berkas dan uang, Syafri mengatakan kepada Fajri, akan mengantarkan SIM tersebut ke rumahnya pada pukul 16.00 WIB.

"Kemudian, pada sore itu tersangka menghubungi korban dan mengatakan bahwa SIM A dan C milik korban belum siap. Tersangka meminta kepada korban untuk bersabar,’’ tutur Bimo.

Merasa ada yang tidak beres, sekitar pukul 18.00 WIB, Fajri menghubungi Syafri. Namun saat itu nomornya tidak aktif. Hal yang sama juga dicoba Fajri pada keesokan harinya. Berbeda dari yang sebelumnya, nomor handphone Syafri aktif, tetapi tidak diangkat.

"Hari Senin (3/9) sekitar pukul 10.00 WIB, korban bertemu dengan tersangka, menanyakan tentang SIM itu. Saat itu, tersangka menyuruh korban untuk menunggu dan mengatakan nanti dihubungi. Namun, sampai saat ini korban tidak juga dihubungi pelaku. Atas hal tersebutlah korban membuat laporan ke Polsek Rumbai Pesisir dan tersangka kita tangkap," terangnya lagi.

Mengantisipasi kejadian serupa, Bimo mengimbau agar masyarakat tidak mengurus SIM melalui calo. ‘’Silahkan daftar sendiri sesuai prosedur yang ada di papan pengumuman yang terdapat di RSDC, atau langsung menanyakan kepada petugas kepolisian di tempat pembuatan SIM tersebut." tambahnya.

Kepada awak media, Syafri mengakui bahwa dirinya sudah menjadi calo sejak tahun 2015 lalu. Dalam pengakuannya, dirinya sudah 2 kali melakukan perbuatan tersebut. ‘’Sudah dua kali. Setiap ada orang yang datang (ke RSDC), selalu saya tawari jasa calo saya,’’ singkatnya. =mx12



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook