Pembangunan Lanjutan Rutan Polres Kampar Dipertanyakan

Jumat, 21 September 2018 - 14:55 WIB   [265 Klik]

Pembangunan Lanjutan Rutan Polres Kampar Dipertanyakan

Rutan Polres Kampar dilanjutkan pembangunannya.

BANGKINANG—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar melalui Dinas PUPR kembali melanjutkan pembangunan Rutan Polres Kampar Tahap II dengan anggaran yang dikucurkan Rp2,5 miliar. Sebelumnya, proyek ini sempat dipermasalahkan lembaga swadaya masyarakat.

Pihak LSM yang melaporkannya pun kini mempertanyakan terkait perkembangan kasus. “Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) laporan kami tidak pernah ada disampaikan Polres Kampar. Kenapa proyek bisa dilanjutkan kembali, harusnya dituntaskan dulu masalahnya dan publik harus tahu,” ucap Sekjen LSM KPK D Annas.

Laporan yang dibuat bernomor 086/DPP LSM/KPK/PKU/I/2018/RIAU tentang dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Rutan Polres Kampar. 

“Karena sesuai kontrak kerja yang diberikan Pemda Kampar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Kampar, pelaksanaan proyek rumah tahanan (rutan) tersebut seharusnya dibangun dua lantai, dan proyek itu sudah selesei dilaksanakan paling lambat akhir Desember 2017 lalu,” terangnya.   

Namun hingga 4 Januari 2018, proyek masih satu lantai dan sedang dikerjakan. Itupun, terdapat item-item kegiatan yang seharusnya dilaksanakan, tidak dikerjakan alias fiktif.

“Seperti pekerjaan pemasangan lantai keramik warna, plafon gypsum, pintu bangunan, pengecatan, toilet/wc, pekerjaan pemasangan pintu kaca tempered fitting, pagar hollow starbuss, pagar besi BRC tinggi 1,50 meter dan item pekerjaan lainnya hilang akibat tidak dikerjakan,” jelasnya.

Dari sejumlah item pekerjaan proyek, terkesan asal jadi dan asal-asalan serta terindikasi adanya dugaan manipulasi bestek serta spesifikasi teknis pekerjaan yang belum dilaksanakan.

“Untuk itu kami mempertanyakan Dinas PUPR Kampar yang telah mengucurkan angaran proyek sebesar 100 persen kepada pelaksanaan pembangunan Rutan Polres Kampar yakni CV Lidya Pratiwi,” lanjutnya.

“Mengamati dan mencermati permasalahan tersebut, kami menduga kuat bahwa telah terjadi perbuatan tindak pidana korupsi. Makanya kami berkeyakinan membuat laporan ke Polres Kampar saat itu,” sambungnya.

Kepala Dinas PUPR Kampar Afdal menyebutkan bahwa proyek Rutan Polres Kampar sudah dilakukan serah terima. Dan bahkan dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI tidak ada masalah dan juga temuan di proyek tersebut. “Makanya dilanjutkan kembali pekerjaannya. Untuk sekarang lagi tahap lelang,” ungkapnya.

Saat ditanyakan bahwa proyek itu sudah dilaporkan ke penegak hukum,  Afdal santai menaggao. “Biar sajalah, yang penting kami memiliki hasil audit dari BPK-RI. Jadi patokan kami itu saja untuk melanjutkan pekerjaannya,” pungkasnya.
=MX19



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook