Dugaan Penyimpangan BOK dan JKN

Sekda Sesalkan Penyimpangan di Dinas Kesehatan Kampar

Kamis, 04 Oktober 2018 - 15:12 WIB   [283 Klik]

BANGKINANG—Sekda Kampar Drs Yusri menyesalkan ada penyimpangan yang terjadi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kampar. Ini diketahui setelah tim dari Polda Riau turun memeriksa sejumlah kepala Puskesmas di Kabupaten Kampar.

“Sekarang ini pemeriksaan masih terus berjalan. Bupati Kampar sudah memberikan perintah untuk inspektorat untuk memintai keterangan terhadap masalah yang sekarang ditangani Polda Riau,” ujarnya, Kamis (4/10).

Yusri menyebutkan, selain pemeriksaan masalah yang sedang hangat sekarang, inspektorat juga lagi melakukan pemeriksaan reguler. “Pemeriksaan tahunan juga sedang dilakukan. Karena ini penting sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Riau melakukan penyelidikan dugaan penyimpangan dan bantuan operasional kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk seluruh Puskemas di Kampar. 

Sumber dana tahun 2016 lebih kurang Rp5,6 miliar sedangkan di tahun 2017 Rp10,2 miliar. Anggaran ini digunakan untuk jasa pelayanan kesehatan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, masalah ini dimulai adanya laporan pungutan liar di Polda Riau yang dilakukan oleh salah satu Puskesmas yang berada di Kecamatan Siak Hulu.

“Setelah adanya laporan tersebut, pihak Polda Riau mulai melakukan penyelidikan terhadap seluruh Puskesmas di Kampar,” ucap sumber  yang minta nama dirahasiakan, Selasa (2/10).

Ia juga mengatakan, sebanyak 31 Puskesmas yang mendapatkan dana JKN ini anggaranya dipotong sebesar 10 persen oleh oknum-oknum di Dinas Kesehatan Kampar. “Bahkan surat pertanggungjawaban (SPj) diduga juga direkayasa,” sebutnya.

Selain itu, pembayaran dana kapitasi untuk kepada para pegawai Puskesmas juga dipotong. Padahal anggaran itu adalah jasa pelayanan yang dilakukan para pegawai. “Jadi banyak penyelewengan yang terjadi,” tuturnya.  =MX19



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook