Unik, Satu-satunya di Indonesia

Sampan Leper, Pacu Sampan di Atas Lumpur

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:21 WIB   [33 Klik]

Sampan Leper, Pacu Sampan di Atas Lumpur

Sampan Leper, lomba pacu sampan di atas lumpur, iven unik yang hanya ada di Inhil. Kini kegiatan tersebut dikemas jadi atraksi wisata yang menarik.

PACU sampan ada hal biasa dan tidak aneh lagi bagi khalayak rame atau para wisatawan. Karena iven pacu sampan sudah ada di banyak daerah. Namun pacu sampan yang satu ini beda: benar-benar unik.

Karena pacu sampan ini tidak dilakukan di atas air, melainkan di atas lumpur dan pelaksanaannya diselenggarakan saat pasang surut. Sehingga jika belum pernah mendengar atau melihat, akan terasa lebih aneh dan tidak masuk akal. 

Namun itulah yang menjadi salah satu kelebihan yang ada di masyarakat Riau, tepatnya masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang setiap tahun melaksanakan pacu sampan di atas lumpur, atau lebih dikenal dengan Sampan Leper.

Sampan Leper sudah menjadi event tradisi bagi masyarakat di Inhil, dimana event ini menjadi salah satu destinasi unik yang mampu menarik perhatian banyak orang. Termasuk wisatawan dari berbagai daerah maupun manca negara. 

Karena event Sampan Leper ini merupakan satu-satunya di Indonesia bahkan dunia, dan itupun adanya cuma di Riau yang saat ini mulai dikenal dan masuk menjadi salah satu wisata unik yang ada di Indonesia.

Setiap tahun, even Sampan Leper andalan Inhil ini mampu menarik kunjungan ratusan wisatawan lokal maupun nasional, bahkan kunjungan itu terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Seperti Sampan Leper tahun 2018 yang diselenggarakan 28-29 Juli 2018 lalu yang berhasil menarik perhatian dan menghibur para pengunjung yang menyaksikan.

Even Sampan Leper ini ditaja dan dibesarkan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil. Dimana Festival Sampan Leper ini sangat unik dan tidak ada di daerah lain, karena Sampan Leper ini lombanya pacu sampan hanya saja tidak di atas air melainkan lumpur. 

Sehingga festival ini menjadi salah antraksi unik yang menimbulkan rasa penasaran pada wisatawan yang saat ini menjadi daya tarik dan daya jual bagi Riau dalam pengembangan wisata di daerah.

Pada jaman dulu, Sampan Leper adalah merupakan alat transportasi yang dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Kuala Getek untuk menyeberang saat sungai tengah dalam kondisi surut. Hal ini dilakukan agar segala aktivitas masyarakat di sana tetap berjalan ketika air sungai surut. 

Melihat kebiasaan masyarakat yang unik itu, akhirnya Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil menjadikannya sebuah festival yang diselenggarakan setiap tahunnya dengan hadiah jutaan rupiah. 

Pada tanggal 28 hingga 29 Juli 2018, event wisata khas daerah ini kembali digelar. Lomba pacu sampan di atas lumpur ini dihadiri ratusan pengunjung wisatawan. Pelaksanaan lomba terbagi dalam 2 kategori, yaitu kategori yang diikuti 40 orang peserta dan beregu terdiri dari 23 kelompok. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman, mengatakan Festival Sampan Leper, salah satu wisata unik yamg sangat bagus untuk dikembangkan.

Selain tidak ada di tempat lain, festivalnya juga menarik dan di luar nalar wisatawan, karena selama ini yang namanya sampan sudah pasti terbayang di atas air dengan memacu dayung melawan riak air yang airnya saat pasang naik. 

Sedangkan Sampan Leper sangat terbalik yang vestivalnya dilaksanakan diatas lumpur dan dilaksanakan disaat pasang surut.

“Hal ini yang membuat menjadi daya tarik luar biasa untuk menjadikan penarik baginwisatawan. Dengan adanya wisata ini kabupaten Inhil juga sebagai salah satu destinasi pilihan wisatawan di Riau,” kata Fahmizal Usman. 

Selain itu katanya, Inhil juga memiliki aneka kuliner yang juga menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Menyaksikan Festival Sampan Leper sambil menikmati aneka kuliner asli Inhil, dapat menghadirkan sensasi tersendiri bagi wisatawan,” tutur Fahmizal Usman. 

Masih kata Fahmizal, aksesibilitas untuk hadir ke lokasi ini sudah terbuka. Pemerintah Inhil terus melakukan peningkatan akses jalan ke destinasi. Amenitas dasar seperti  toilet, rumah makan, listrik dan lainya terus digesa.(dre)



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook