Kejati Usut 2 Kasus Dugaan Korupsi

Humas UIN Suska: Kita Serahkan ke Kejaksaan

Jumat, 02 November 2018 - 02:42 WIB   [547 Klik]

Humas UIN Suska: Kita Serahkan ke Kejaksaan


PEKANBARU--Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau kini menjadi sorotan awak media. Bukan karena prestasi pendidikan, melainkan kasus dugaan korupsi yang kini tengah diusut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada bidang Pidana Khusus (Pidsus).

Untuk diketahui, setidaknya ada 2 kasus dugaan korupsi yang tengah didalami oleh Penyelidik Pidsus Kejati Riau. Pertama, terkait dana hibah dari PT PLN (Persero) ke UIN Suska, sebesar Rp7 miliar lebih pada tahun 2016-2017. 

Uang itu digunakan untuk kegiatan sosialisasi PLN terkait kelistrikan. UIN Suska Riau sendiri sebagai pelaksana kegiatan. Namun belakangan diketahui kegiatan itu tidak ada atau fiktif, serta tidak ada pertanggungjawabannya.

Lalu yang kedua, dugaan penyimpangan pembangunan gedung laboratorium terpadu dan gedung belajar yang diketahui menelan biaya puluhan miliar rupiah dari APBN tahun 2017. Dimana, pada tahun itu, UIN Suska Riau mengerjakan pembangunan dua gedung sebagai sarana dan prasarana pendidikan. 

Kedua gedung tersebut yakni gedung laboratorium terpadu dan gedung belajar. Bangunan tersebut merupakan bagian dari proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). SBSN adalah dana untuk pengembangan dan pembangunan universitas yang berada di bawah naungan Kemenag.

Terhadap gedung laboratorium terpadu itu, merupakan kumpulan seluruh labor yang ada di setiap fakultas di UIN Suska. Sementara gedung belajar direncanakan akan digunakan untuk Jurusan Ilmu Gizi. Yang mana, nantinya akan dijadikan cikal bakal Fakultas Kedokteran UIN Suska Riau.

Dalam proses lelang pengerjaan pembangunan gedung labor terpadu itu, dimenangkan oleh PT Putra Angga Pratama (PAP), dengan pagu anggaran sekitar Rp23 miliar. Waktu pelaksanaan kegiatan bangunan tiga lantai tersebut selama 82 hari kalendar, terhitung mulai bekerja pada tanggal 11 Oktober 2017 dan berakhir 31 Desember 2017.

Namun hingga waktu yang ditentukan, proyek itu tidak selesai dilaksanakan, dan dilanjutkan pada pada tahun 2018. Belakangan diketahui, rekanan tidak dilakukan blacklist.

Sedangkan pembangunan gedung belajar menelan anggaran sekitar Rp15,2 miliar. Namun tidak diketahui nama perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.

Terkait dengan itu, Pekanbaru MX menemui Kasubbag Humas, Dokumentasi dan Publikasi UIN Suska Riau, Khaidir Alimin SAg MSi, untuk mengkonfirmasi hal tersebut. 

Dijelaskannya, terhadap dana hibah dari PT PLN ke pihaknya, hal tersebut terjadi pada tahun 2016-2017. Dimana, saat itu dirinya belum menjabat selaku Kabag Humas, Dokumentasi dan Publikasi di UIN Suska Riau.

‘’Tetapi, yang saya pahami ada dana hibah senilai Rp7,3 miliar. Kalau salah (nilainya) silahkan dikoreksi ya,’’ ucapnya.

Dalam dugaan korupsi ini, dilanjutkannya, dirinya mengakui bahwa beberapa orang dari UIN Suska Riau, telah dipanggil untuk diperiksa oleh Penyidik Pidsus Kejati Riau. ‘’Siapa saja orang-orangnya (pihak UIN Suska), tanyakan saja ke Kejati,’’ lanjutnya.

Saat ditanya bagaimana tanggapannya terhadap dugaan korupsi tersebut yang ditangani oleh penegak hukum, pihaknya menyerahkan seluruhnya kepada Kejati Riau. ‘’Terkait penanganannya, kita serahkan ke kejaksaan,’’ tanggapnya.

Sementara itu, terhadap dugaan korupsi satu lagi, yakni, penyimpangan pembangunan gedung laboratorium terpadu dan gedung belajar, dirinya belum mengetahui hal tersebut.

Dijelaskannya, terhadap 2 gedung yang dimaksud, pembangunannya sudah selesai. Tetapi dirinya belum mengetahui, apakah sudah digunakan atau belum.

“Gedungnya sudah dibangun. Kalau digunakan, saya belum tahu. Tapi sudah serah terima (dari kontraktor ke UIN Suska). Sudah tidak ada masalah lagi,” jelasnya.

Ditambahkannya, dirinya mengaku bahwa pihaknya belum ada dipanggil oleh Penyidik Pidsus Kejati Riau terkait dugaan korupsi tersebut. “Kalau terkait hal ini, setahu saya (dari UIN Suska) belum ada yang dipanggil untuk diperiksa,” tambahnya.

Untuk diketahui, dalam dugaan korupsi dana hibah dari PT PLN ke UIN Suska Riau, Kejati Riau telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Setidaknya ada belasan orang, baik dari PT PLN maupun UIN Suska Riau yang telah diklarifikasi oleh Pinyidik Pidsus Kejati Riau.

Sedangkan dalam dugaan korupsi penyimpangan pembangunan gedung laboratorium terpadu dan gedung belajar, Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap Direktur PT Riau Multi Cipta Dimensi (RMCD), Yusuf.

Terkait dengan dua dugaan korupsi itu, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau, Muspidauan SH MH, tidak menampik bahwasa pihaknya sedang melakukan pengusutan terhadap 2 kasus dugaan korupsi di UIN Suska Riau.

Namun, dirinya belum mau menjelaskannya secara rinci terkait kasus-kasus itu. Hal itu dikarenakan, pihaknya sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket).

“Jaksa (Penyelidik) masih melakukan Pulbaket, untuk mencari peristiwa tindak pidananya. Sabar dululah. Nanti kalau sudah jelas semuanya, pasti akan kita sampaikan,” jelasnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook