Terkait Dugaan Penyelewengan Dana BOK dan JKN

Pejabat Diskes Diduga Minta Setoran

Jumat, 02 November 2018 - 04:04 WIB   [559 Klik]

Pejabat Diskes Diduga Minta  Setoran


BANGKINANG—Gundah gulana menerpa sebagian besar kepala puskesmas di Kabupaten Kampar. Mereka diperiksa Polda Riau terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Perasaan ini diungkapkan salah seorang kepala puskesmas rayon yang mencakup wilayah Kecamatan Siak Hulu sampai Kampar Kiri, Selasa (30/10) lalu kepada Pekanbaru MX.

"Sekarang  seakan kepala puskesmas yang mau ditumbalkan. Jadi seakan-akan hanya puskesmas yang bermain,’’ ungkapnya.

Menurut dia yang meminta identitasnya tidak dimuat, pemotongan 10 persen dana BOK untuk pegawai puskesmas seperti ramai diberitakan, bukan tanpa sebab. Ini terpaksa dilakukan untuk memenuhi setoran kepada Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kampar.

Setoran kepada Diskes sudah membudaya. ‘’Istilah di dinas itu, namanya kontribusi,’’ katanya. 

Pejabat Diskes meminta puskesmas mengumpulkan uang yang dinamakan kontribusi itu setiap ada pencairan dana BOK per triwulan. 

Dana BOK dari Kementerian Kesehatan dicairkan langsung ke rekening puskesmas. Kemudian oleh Diskes, pencairannya diatur bertahap sesuai kualitas layanan kesehatan yang diberikan puskesmas dalam tiga bulan.

Permintaan setoran itu terakhir dilakukan tiga oknum pejabat Diskes yang membidangi kegiatan pelayanan kesehatan. Terdiri dari seorang kepala bidang (Kabid) dan dua kepala seksi (Kasi). Di antara mereka adalah PPTK untuk kegiatan BOK dan JKN.

‘’Sekitar H-4 lebaran (2018), mereka datang ke puskesmas. Waktu itu baru pencairan triwulan pertama. Pejabat Diskes meminta 10 persen dari dana yang cair,’’ ujarnya.

Kejadian ini sudah terjadi sejak 2017. Kala itu, pungutan dilakoni oleh seorang pejabat yang sudah pindah tugas menjadi sekretaris di sebuah badan. Inilah yang memaksa puskesmas menyunat uang jasa pelayanan pegawai.

‘’Tolonglah kami. Kalau nggak, dari mana kami bayar ke Diskes,' katanya memelas.

Menurutnya, puskesmas diancam akan mempersulit laporan pertanggungjawaban keuangannya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kampar Nurbit belum bisa dimintai tanggapan terkait hal ini. Setiap dihubungi lewat telepon seluler, tak kunjung dijawab. Begitu juga pesan yang dikirim. =mx19



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook