WN China Jadi Guide Ilegal di Bali Kantongi Kartu Identitas BIN Palsu

Sabtu, 03 November 2018 - 18:06 WIB   [206 Klik]

WN China Jadi Guide Ilegal di Bali Kantongi Kartu Identitas BIN Palsu


DENPASAR - Seorang warga negara China bernama Kim Beng ketahuan mengantongi kartu tanda pengenal Badan Intelijen Negara (BIN) saat menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Bali, Jumat (2/11/2018) lalu.

Kim mengenakan kartu tanda pengenal BIN selama sidang. Kartu berwarna kuning bergambar Garuda Pancasila itu  diletakkan di saku kemejanya.

Petugas Satpol PP yang melihat hal itu langsung menarik Kim untuk menanyakan keabsahan kartu anggota BIN tersebut. Kim langsung berdalih bahwa dia intel yang ditugaskan pimpinannya untuk memantau pergerakan warga China di Bali.

"Saya intel. Saya dapat ini dari bos saya," ujarnya dengan terbata-bata.

Namun, Kim tak menjawab saat ditanya siapa pimpinannya. Akhirnya Satpol PP merampas kartu anggota BIN yang diduga palsu itu.

Kim menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Bali, Jumat (2/11). Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali menangkap Kim yang menjadi pemandu wisata (guide) ilegal di Benoa Square, Jalan Bypass Ngurah Rai, Tuban, Kuta Selatan, Rabu (24/10/2018).

Pada persidangan oleh majelis hakim yang dipimpin I Wayan Kawisada terungkap bahwa Kim Beng baru sepekan berada di Bali. Namun, dia tak mengantongi izin sebagai pemandu wisata.

Bahkan saat ditangkap tim gabungan, Kim Beng sedang membawa 13 wisatawan asal China. "Terus terang saja, saudara ke sini (Bali) mau ngapain?" tanya Hakim Kawisada kepada terdakwa.

Namun, Kim Beng tampak kebingungan menjawab pertanyaan hakim. Sebab, dia belum fasih berbahasa Indonesia.

Meski demikian majelis hakim tetap meneruskan persidangan. Majelis hakim menyatakan Kim Beng bersalah melanggar Perda Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2010 tentang Usaha Jasa Perjalanan Wisata dan Perda Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pramuwisata.

Perda itu mengatur pemandu wisata harus berijazah minimal sekolah menengah atas (SMA) dan memiliki kartu tanda pengenal pramuwisata (KTPP). Sedangkan Kim Beng hanya tamatan SMP dan tidak mempunyai KTPP.

"Indonesia tidak melarang kamu menjadi pemandu wisata tapi kamu harus memenuhi semua syaratnya," tegas Hakim Kawisada yang direspons anggukan oleh Kim di kursi terdakwa.

Selanjutnya hakim menjatuhkan pidana denda bagi Kim Beng. Dendanya sebesar Rp 500 ribu.

Namun, masalah yang menjerat Kim tak berhenti. Sebab, dia juga mengaku sebagai agen Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia. ***

 

Redaktur: Oce E Satria
Sumber. : JPNN



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook