Zero Odol, BPTD Riau Segera Aktifkan Jembatan Timbang

Selasa, 06 November 2018 - 15:07 WIB   [22 Klik]

 Zero Odol,  BPTD Riau Segera Aktifkan Jembatan Timbang

Personil gabungan saat gelar Razia Odol di Jembatan Timbang Logas, Kuansing beberapa waktu lalu. [foto: Zadago]

PEKANBARU- Upaya Gakkum terhadap moda transportasi darat tak hanya dilakukan terhadap angkutan umum penumpang namun juga angkutan barang. Alhasil, dua dari tiga jembatan timbang yang ada di Riau akan segera diaktifkan.

Kepala BPTD Wilayah IV Provinsi Riau-Kepri,  S Ajie Panatagama ATD MT mengatakan pihaknya terus melakukan upaya penegakkan hukum di wilayah kerjanya.

"Selain terminal kita juga memiliki tanggung jawab terhadap angkutan barang, " sebut Ajie kepada koranmx.xom.

Ia menjelaskan ada berberapa tugas yang dikembalikan ke pusat diantaranya pengelolaan terminal dan jembatan timbang.  "Terminal dan timbangan merupakan lokus kita (BPTD), " katanya.

Untuk itu lanjut dia peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam melaksanakan amanat UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

 "Tanpa peran serta dan dukungan pemerintah daerah kita sulit untuk melaksanakan aturan pemerintah ini, " ucapnya.

Dia menjelaskan di Riau memiliki tiga jembatan timbang yakni jembatan Balai Raja di daerah Pinggir,  Bengkalis,  kemudian di Logas,  Kuantan Singingi dan Rantau Berangin yang ada di Kabupaten Kampar.

Namun hingga saat ini hanya satu timbangan yang beroperasi yakni jembatan timbang Balai Raja. Dan rencananya jembatan timbang Logas menjadi target aktif dalam tahun ini,  2018.

"Jembatan timbang Logas kita targetkan aktif tahun ini, " ungkapnya.

Hal itu jelas Ajie bertujuan untuk menunjang pelaksanaan gakkum angkutan barang yang beroperasi di Riau yang sedang dan telah dilakukan.

Diketahui,  operasi gakkum terhadap truk over dimensi dan over loading (Odol)  di Riau sudah mulai berjalan. Bahkan, upaya tersebut telah membuahkan hasil dengan telah dilakukannya pemotongan sumbu terhadap 125 unit truk odol yang berasal dari tujuh pengusaha angkutan yang beroperasi di Riau.
"Alhamdulillah sampai saat ini sudah 125 unit truk odol melakukan normalisasi. Kita juga mengucapkan terimakasih kepada Asosiasi pengusaha angkutan yakni Aptrindo Riau,  patut kita apresiasi, " sebutnya.

Dia berharap jumlah ini akan terus bertambah sehingga tidak ada lagi truk odol yang beroperasi di wilayah Riau yang dapat mengakibatkan kerusakan jalan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. "Sehingga target zero odol di Riau dapat tercapai, " pungkas Ajie. ***


Liputan: Zadago
Redaktur: Zadago



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook