Penyidik Kejari Pekanbaru Imbau Tersangka Kooperatif

Direktur PT Sabarjaya Karyatama Mangkir Lagi

Selasa, 06 November 2018 - 15:27 WIB   [123 Klik]

Direktur PT Sabarjaya Karyatama Mangkir Lagi


PEKANBARU—Direktur PT Sabarjaya Karyatama, Sabar Jasman mangkir lagi. Dia tidak memenuhi pemanggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Sabar merupakan salah satu tersangka dugaan korupsi pembangunan Drainase Paket A Jalan Sukarno Hatta. Selain Sabar, ada empat orang lainnya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan tindakan penahanan oleh penyidik.

Terkait dengan kembali mangkirnya Sabar, penyidik menjadwalkan ulang pemanggilannya untuk yang ketiga kalinya.

“Kita jadwalkan kembali pemeriksaan lanjutannya. Dijadwalkan hari Kamis (7/11),” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru Sri Odit Megonondo SH saat dikonfirmasi koranmx.com.

Odit yang dalam waktu dekat akan menjabat sebagai Kasi Penyidikan Pidsus di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) ini mengimbau Sabar untuk bersikap kooperatif dan memenuhi pemanggilan penyidik. “Kita imbau kepada tersangka untuk kooperatif dan hadir menjalani pemeriksaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan,” terangnya.

Empat tersangka lainnya, Ichwan Sunardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Iwa Setiady selaku konsultan pengawas dari CV Siak Pratama Engineering, Windra Saputra selaku Ketua Pokja dan Rio Amdi Parsaulian selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), telah mendekam dalam sel tahanan di Rutan Sialang Bungkuk. Dilakukannya tindakan penahanan itu untuk mempermudah proses penyidikan.

Kelima orang ini ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan gelar perkara atau ekspos yang dilakukan pada Selasa (9/10) kemarin. Hasil ekspos itu menjelaskan bahwa terdapat cukup alat bukti untuk menentukan tersangka. Mereka merupakan pihak yang bertanggungjawab dalam penyimpangan proyek tahun 2016 lalu itu.

Sebelumnya, sebanyak 39 saksi telah dipanggil guna menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri dari sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dan pihak rekanan.
Selain memeriksa saksi fakta, penyidik juga telah menurunkan ahli untuk mengecek fisik proyek pada akhir Juni 2018 lalu. Proses cek fisik tersebut dilakukan tim ahli dibantu tenaga dan alat-alat dari Pidsus Kejari Pekanbaru.
Dugaan rasuah itu terjadi pada tahun 2016 lalu. Saat itu, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Sumber Daya Air Provinsi Riau melakukan pembangunan drainase di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Paket A. Gorong-gorong itu dibangun di sepanjang jalan, dari simpang Jalan Riau hingga simpang Mal SKA Pekanbaru. Pagu paket sebesar Rp14.314.000.000 yang bersumber dari APBD Riau tahun 2016.

Pekerjaan itu berdasarkan surat perjanjian kontrak tanggal 21 September 2016 dengan nilai kontrak seluruhnya sebesar Rp11.450.609.000 yang dilaksanakan oleh PT Sabarjaya Karyatama. Terhadap pekerjaan tersebut rekanan telah menerima pembayaran 100 persen.

Namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa pekerjaannya yang tidak sesuai dengan kontrak yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara sebesar Rp2.523.979.195. Angka itu berdasarkan hasil perhitungan audit BPKP Provinsi Riau tanggal 18 September 2018. Terkait angka kerugian negara itu, penyidik belum ada menerima pengembalian kerugian negara dari para tersangka. ***


Liputan: Fanny Rizano
Redaktur: Oce E Satria



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook