MS Kaban: Berbuat Baik Bolehlah di Mana Saja

Mengaku Terpukul, Kader dan Caleg PBB Minta Munaslub Lengserkan YIM

Rabu, 07 November 2018 - 12:23 WIB   [36 Klik]

Mengaku Terpukul, Kader dan Caleg PBB Minta Munaslub Lengserkan YIM


JAKARTA-- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi kuasa hukum calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pemilu 2019. Namun hal ini justru menuai kontra dari dalam kubu partai yang dipimpinnya.

Calon legislatif Dapil 8 DKI Jakarta, Novel Bamukmin menyatakan, langkah yang diambil oleh Yusril untuk menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf disebut telah mencederai amanat dan marwah PBB. Sehingga dia menginginkan Munaslub untuk mengganti posisi Yusril dari jabatan ketua umum.

"Kalau memang benar dan ini bukan baru sekali saja Yusril Ihza Mahendra bermanuver politik dengan sangat mencederai para ulama, amanat partai, ruh partai dan para kadernya. Sebagai caleg, kami dan kawan-kawan mengutuk keras dan akan melakukan perlawanan untuk segera digelarnya Munaslub untuk segera melengserkan Yusril dari ketum secara tidak hormat," kata Novel kepada JawaPos.com, Selasa (6/11).

Novel pun menyatakan bahwa para kader PBB terkejut dengan sikap Yusril. Padahal, 70%  kader PBB patuh terhadap Ijtima Ulama II.

"Maka ini pengkhianatan yang luar biasa. Jelas saya dan kader yang lainnya sangat marah dan terpukul," katanya.
 
Namun Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang, MS Kaban berpendapat lain. Menurut Kaban, sebagai lawyer profesional Yusril boleh memilih siapa saja yang menjadi klien, termasuk Jokwi-Ma'ruf. Sementara kader Partai Bulan Bintang fokus di dapil meraih suara untuk legislatif dan menangkan pilpres hasil ijtima' ulama.

"Ada juga yang nanya Yusril dapat  apa jadi lawyer Jokowi-Ma'ruf, kujawab ya dapat kepercayaan menjadi lawyer, dibayar berapa, gak dibayar tuh. Dulu bela O8 (Prabowo-red) di MK juga gak dibayar, niat ibadah. Berbuat baik bolehlah di mana saja untuk siapa saja. Bela guru honorer, bela HTI,bela Tanah luar Batang,Bela HRS," kata Kaban melalui akun  twitternya @hmskaban, Selasa (6/11) siang.
 
Ia menjelaskan kondisi umum di internal PBB, "Mungkin banyak yang belum faham Partai Bulan Bintang itu keputusan bersama, bisa saja keputusan partai beda dengan maunya ketum itulah musyawarah, setelah  musyawarah masih ada beda sikap  toh tetap dihormati.
196 balasan 116 retweet 461 suka," tulisnya. ***

 

Redaktur: Oce E Satria



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook