Dugaan Money Politic Bagi-Bagi Sembako

Bila Terbukti, Oknum Caleg di Rohil Terancam Diskualifikasi

Rabu, 07 November 2018 - 10:38 WIB   [21 Klik]

Bila Terbukti, Oknum  Caleg di Rohil Terancam Diskualifikasi

Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan tampak memimpin rapat sentra gakkumdu di kantor Bawaslu Rohil. (Foto: Raja Mirza)

ROHIL - Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan  turun ke Rohil bersama tim penyidik Kejati dan Polda Riau, Rabu (7/11/2018). Rusdi bersama dua instansi yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu Bawaslu Riau itu akan melakukan supervisi dan pendampingan atas penanganan kasus dugaan politik uang yang dilakukan oknum Caleg salah satu partai di Rohil

"Ini tantangan kita untuk membuktikan peran dan eksistensi strategis kita dalam mengawal Pemilu yang berintegritas, " kata Ketua Bawaslu Riau,  Rusidi Rusdan kepada koranmx.com.

Rusidi mengatakan pihaknya sengaja turun ke Rokan Hilir guna melakukan pendampingan atas perkara dugaan bagi- bagi Sembako yang dilakukan oknum Caleg yang juga anggota DPRD Rohil aktif. "Inisialnya KRS, dia Caleg Dapil satu. Perkaranya sedang didalami Sentra Gakkumdu Bawaslu Rohil, " sebutnya.

Pendalaman yang dilakukan lanjut dia dengan meminta keterangan saksi yang menerima pemberian Sembako. Selanjutnya tim akan meminta pendapat ahli dari KPU Riau dan ahli hukum pidana termasuk juga meminta keterangan kepada Ketua dan Sekwan DPRD Rohil.

"Kita juga akan meminta klarifikasi terhadap terduga KRS, nantinya dapat disimpulkan apakah perbuatannya termasuk  pelanggaran atau tidak, " ucapnya.

"Yang jelas kasus ini akan terus kita pantau karena sudah jadi konsumsi publik, supaya hasilnya transparan dan akuntabel sesuai dengan undang-undang yang berlaku, " sambungnya.

Diketahui kasus ini bergulir dari temuan Bawaslu Rohil beberapa waktu lalu. Pihaknya juga telah melakukan penyitaan Sembako berupa beras, susu kaleng, gula dan bubuk teh yang merupakan pemberian dari KRS. Yang diberikan kepada puluhan masyarakat yang menjadi korban banjir di Kepenghuluan Karya Mulyo Sari Kecamatan Pekaitan.

"Terduga akan secepatnya dipanggil untuk mengetahui apa motifnya. Apakah saat itu dia sebagai anggota DPRD aktif atau sebagai caleg, " tambahnya.

Bila terbukti bersalah, terduga dapat dijerat dengan pidana Pemilu berupa hukuman maksimal dua tahun kurungan penjara ditambah denda Rp 24 juta.

"Terkait statusnya sebagai caleg akan kita lihat, apakah ada kemungkinan dilakukan diskualifikasi atau tidak," terang Rusidi Rusdan.

Kandidat doktor UIN Suska Riau ini mengimbau seluruh caleg agar berhati-hati karena adanya ketentuan pidana dalam undang-undang Pemilu yang bisa menjerat para pelakunya jika melanggar aturan.

"Kita imbau kepada seluruh Caleg agar berhati-hati agar terhindar dari pidana Pemilu, " imbau Rusidi.***

 


Liputan  : Raja Mirza
Redaktur: Raja Mirza



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook