Dampak Banjir di Rokan Hulu

Ekonomi Lumpuh, Aktivitas Pendidikan Terhenti

Kamis, 08 November 2018 - 02:57 WIB   [12 Klik]

Ekonomi Lumpuh, Aktivitas Pendidikan Terhenti

Petugas BPBD Rohul saat berada di lokasi banjir.

ROKANHULU—Banjir yang melanda Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) semakin meluas hingga ke enam kecamatan. Dampaknya, selain memutus akses utama menuju kecamatan, aktivitas pendidikan pun terhenti. Sebab bangunan-bangunan sekolah terendam banjir.

Banjir terparah terdapat di Kecamatan Rokan IV Koto, Kunto Darussalam, Bonai Darussalam, Rambah, Rambah Hilir, Tambusai dan Kecamatan Kepenuhan.

Di Kepenuhan, banjir merendam ratusan rumah di dua desa di antaranya,

Desa Rantau Binuang Sakti dan Desa Ulak Patian. Banjir sudah merendam dua desa ini sejak, Sabtu (3/11) lalu. Meluapnya air beberapa sungai besar di wilayah tersebut diduga jadi pemicu.

Pelaksana Tugas Kepala Desa Rantau Binuang Sakti Saiful Adnan mengatakan, akibat banjir, masyarakat di desanya tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Sebab akses utama di darat terputus.

Saiful mengatakan, banjir juga melumpuhkan dunia pendidikan. Proses belajar mengajar diliburkan sejak Sabtu lalu. Sebab bangunan sekolah terendam, seperti SD Negeri 007 Kepenuhan.

Bukan itu saja, sambung Saiful, banjir juga sebabkan perekonomian masyarakat di desanya lumpuh. Hasil panen tandan buah segar atau TBS kelapa sawit tidak bisa dijual ke luar desa, dampak putusnya transportasi darat.

“Jalan satu-satunya menuju Desa RBS saat ini hanya bisa ditempuh menggunakan jalur sungai dengan speedboat dan perahu,” ungkap Saiful.

Saiful menambahkan, masyarakat kini sangat membutuhkan bantuan sembilan bahan pokok dan obat-obatan.

Ada sekira 222 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Desa Rantau Binuang Sakti. Untuk kebutuhan sehari-hari, masih ada sedikit stok.

Saiful mengaku telah melaporkan situasi terkini dan apa yang dibutuhkan ke Pemkab Rohul maupun Pemprov Riau, termasuk meminta bantuan sembako dan obat-obatan untuk masyarakatnya. Dia juga meminta pemerintah daerah dan pemerintah provinsi bergerak cepat terkait banjir di desanya. =MX20



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook