Analis Kredit Bank Riau Kepri Diperiksa Sebagai Tersangka

Kamis, 08 November 2018 - 03:43 WIB   [66 Klik]

Analis Kredit Bank Riau Kepri Diperiksa Sebagai Tersangka


PEKANBARU—Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dugaan korupsi kredit fiktif di Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pembantu (Capem) Dalu-Dalu, Rokan Hulu (Rohul).

Adapun para tersangka yang diperiksa yakni Syafrizal, Heri dan Muhammad Duha. Ketiganya merupakan analis kredit di bank plat merah itu.

“Kita jadwalkan pemeriksaan terhadap tiga tersangka, masing-masing Sy (Syafrizal), He (Heri) dan MD (M Duha). Tadi MD sempat hadir, namun karena sakit, pemeriksaannya tidak bisa dilanjutkan dan akan kembali dijadwalkan,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau, Muspidauan SH MH, Rabu (7/11).

Dilanjutkannya, mereka diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka guna melengkapi berkas perkara masing-masing. Itu dilakukan sebelum berkas perkara dilimpahkan ke jaksa peneliti atau Tahap I.

“Penyidik masih melakukan penyidikan dengan mendalami peranan masing-masing tersangka,” lanjut mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Pekanbaru itu.

Sebelumnya, tersangka lain bernama Zaiful Yusri, yang juga merupakan analis kredit, sudah pernah menjalani pemeriksaan atas statusnya sebagai tersangka.

Untuk diketahui, selain empat nama yang disebut di atas, terdapat seorang tersangka lagi.

Dia adalah Ardinol Amir, mantan Kepala Capem BRK Dalu-Dalu. Terhadap Ardinol, penyidik masih menjadwalkan pemeriksaannya.

“Untuk pemeriksaan AA (Ardinol Amir), dijadwalkan dalam minggu ini,” terangnya.

Penetapan mereka sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara yang dilaksanakan pada akhir September 2018 lalu.

Hasilnya, penyidik meyakini adanya keterlibatan lima tersangka tersebut dalam pencairan kredit senilai Rp43 miliar.

Sebelumnya, sejumlah saksi telah diperiksa. Di antaranya, mantan Kepala Capem BRK Dalu-Dalu, Ardinol Amir, Kepala Capem saat ini Dadang Wahyudi dan pimpinan seksi (Pimsi) di bank itu, serta empat orang analis kredit.

Lalu, dua orang analis kredit. Sementara dari pihak debitur, sebagian besar sudah menjalani pemeriksaan.

Dari informasi yang dihimpun, perbuatan tersangka terjadi dalam rentang waktu 2010 hingga 2014.

Dimana kredit berupa kredit umum perorangan itu dicairkan sekitar Rp43 miliar kepada 110 orang debitur.

Umumnya para debitur itu hanya dipakai nama dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Sejumlah debitur ada yang dijanjikan plasma atau pola kerja sama dalam pembentukan kebun kelapa sawit.

Hal itu dilakukan karena ada hubungan baik antara debitur dengan Kacapem BRK Dalu-dalu saat itu.=mx10

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook