Bus AKAP dan AKDP Berangkat dari Terminal

Jelang Gakkum, Aktivitas Terminal BRPS Meningkat

Kamis, 08 November 2018 - 03:01 WIB   [14 Klik]

Jelang Gakkum, Aktivitas Terminal BRPS Meningkat


PEKANBARU - BPTD Wilayah IV Provinsi Riau-Kepri boleh bernafas lega. Pasalnya, sosialisasi jelang gakkum angkutan umum penumpang AKAP dan AKDP yang gencar dilakukan pihaknya berdampak positif pada peningkatan aktivitas kendaraan di dalam terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS)  Pekanbaru, Kamis (8/11).

"Alhamdulillah, dalam beberapa hari terakhir ada peningkatan aktivitas dalam terminal, " kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Terminal BRPS Pekanbaru,  Wira Bhakti SE MM kepada koranmx.com,  Kamis (8/11)  siang.

Meski belum signifikan, namun dirinya mengakui adanya peningkatan aktivitas penumpang tersebut. "Biasanya satu hari hanya 30 bus yang masuk,  sekarang jumlahnya meningkat antara 50 hingga 60 bus per hari atau sekitar 25 persen," akunya.

Pihaknya optimis dengan adanya program gakkum yang dilakukan bersama BPTD dan pihak terkait akan dapat memaksimalkan fungsi terminal sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpang.

"Ini baru tahap sosialisasi, belum pelaksanaan gakkum. Tentunya akan terus mengalami peningkatan nantinya, " ucap Wira.

Sesuai arahan dari BPTD,  pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi gakkum dengan berbagai cara, mulai menyebar surat edaran hingga pemasangan spanduk diberbagai titik perlintasan bus AKAP dan AKDP.

"Sosialisasi terus kita lakukan satu bulan terakhir, sesuai arahan BPTD di media juga kita lakukan," ungkapnya.

Ditambahkannya, setiap kendaraan yang masuk ke dalam terminal akan diberikan stempel sebagai tanda bahwa kendaraan berangkat dari terminal.
"Nantinya di terminal kedua pengemudi akan menunjukkan stempel tersebut hingga terminal tujuan. Karena gakkum ini dilaksanakan di seluruh terminal tipe A di Indonesia," sebutnya.

"Terminal tipe A adalah marwah bagi daerah di manapun berada, " sambungnya.

Wira mengimbau seluruh pengusaha angkutan agar mematuhi dan mendukung program pemerintah. Bila masih ada yang membandel tentunya akan diberikan sanksi tegas mulai dari bentuk tilang hingga bahkan pencabutan ijin.

"Hasilnya kita laporkan ke BPTD dan Ditjen Hubdat yang akan memberikan sanksi, " pungkas Wira Bhakti.  [MX6]



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook