Direktur PT SK Ditahan Jaksa

Kamis, 08 November 2018 - 03:51 WIB   [246 Klik]

Direktur PT SK Ditahan Jaksa

Menggunakan rompi tahanan, Direktur PT Sabarjaya Karyatama, Sabar Jasman, digiring Jaksa Pidsus untuk dilakukan tindakan penahanan.

PEKANBARU--Setelah beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik Pidana Khusus (Pidsus), Sabar Jasman akhirnya dijebloskan ke penjara. Penanahan dilakukan usai melakukan pemeriksaan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Kamis (8/11) siang.

Kedatangan Direktur PT Sabarjaya Karyatama (PT SK) itu ke Kejari Pekanbaru untuk memenuhi panggilan penyidik Pidsus.

Ia menjalani pemeriksaan lanjutan atas statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Drainase Paket A yang berada di Jalan Soekarno-Hatta.

‘’Tersangka akhirnya memenuhi pemanggilan (Penyidik). Tadi diperiksa dulu,’’ ucap Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru Suripto Irianto melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady SH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX.

Usai menjalani pemeriksaan, Sabar selanjutnya dilakukan cek kesehatan oleh tim dokter yang telah disediakan oleh penyidik. Hal itu dilakukan karena langsung dilakukan penahanan.

‘’Langsung kita tahan. Kita titipkan di Rutan Sialang Bungkuk," terangnya.

Selain Sabar, ada empat orang lainnya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Dimana keempatnya sudah dilakukan tindakan penahanan oleh penyidik terlebih dahulu.

Keempat tersangka lainnya yakni, Ichwan Sunardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Iwa Setiady selaku Konsultan Pengawas dari CV Siak Pratama Engineering, Windra Saputra selaku Ketua Pokja, dan Rio Amdi Parsaulian selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Diketahui, kelimanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan gelar perkara atau ekspos yang dilakukan Selasa (9/10) lalu.

Hasil ekspos tersebut menjelaskan bahwa terdapat cukup alat bukti untuk menentukan tersangka.

Mereka merupakan pihak yang bertanggungjawab dalam penyimpangan proyek yang dikerjakan pada tahun 2016 silam itu.

Sebelumnya, sebanyak 39 saksi telah dipanggil guna menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri dari sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dan pihak rekanan.

Selain memeriksa saksi fakta, penyidik juga telah menurunkan ahli untuk mengecek fisik proyek pada akhir Juni 2018 lalu.

Proses cek fisik tersebut dilakukan tim ahli dibantu tenaga dan alat-alat dari Pidsus Kejari Pekanbaru.

Dugaan rasuah itu terjadi pada tahun 2016 silam. Saat itu, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Sumber Daya Air Provinsi Riau melakukan pembangunan drainase di Jalan

Soekarno-Hatta Pekanbaru Paket A. Gorong-gorong itu dibangun di sepanjang jalan dari simpang Jalan Riau hingga simpang Mal SKA Pekanbaru.

Adapun pagu paket sebesar Rp14.314.000.000 yang bersumber dari APBD Riau tahun 2016.

Pekerjaan itu berdasarkan surat perjanjian kontrak tanggal 21 September 2016 dengan nilai kontrak seluruhnya sebesar Rp11.450.609.000 yang dilaksanakan oleh PT SK.

Terhadap pekerjaan tersebut rekanan telah menerima pembayaran 100 persen.

Namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa pekerjaannya yang tidak sesuai dengan kontrak yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara sebesar Rp2.523.979.195.

Angka itu berdasarkan hasil perhitungan audit BPKP Provinsi Riau pada 18 September 2018.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.  ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook