Pecahkan Kaca Mobil yang Bawa Rp100 Juta

Hajar Rampok, Warga Kena Tikam

Kamis, 08 November 2018 - 04:52 WIB   [70 Klik]

Hajar Rampok, Warga Kena Tikam

Kedua pelaku pencurian dengan kekerasan digiring polisi berpakaian preman untuk menghindari amukan massa.

INHU--Dua rampok modus pecah kaca mobil menjadi bulan-bulanan massa. Mereka kepergok saat beraksi depan Rumah Makan Nasi Kapau Simpang 4 Belilas, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB.

SL (38) dan R (36) tergolong nekat. Bermodalkan kunci letter T, sindikat asal Jambi itu beraksi di tengah keramaian Rumah Makan Nasi Kapau, Simpang 4 Belilas, Inhu. Incarannya mobil jenis Mazda yang membawa uang ratusan juta rupiah.

" Uang di dalam mobil Rp100 juta yang baru saja saya tarik dari BRI Unit Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat. Ini untuk membayar pembelian buah sawit,’’ ungkap Dedi, yang membawa mobil tersebut.

Kehadiran kedua pria itu dicurigai salah satu karyawan rumah makan. Begitu melihat mereka memecahkan kaca mobil, ia langsung berteriak meminta tolong.

Sontak saja kedua pelaku merlarikan diri. Mereka menggunakan sepeda motor jenis RX King. Namun berhasil ditangkap warga.

Tanpa dikomandoi, warga menghajar kedua pelaku. Saat itu pelaku  melakukan perlawanan dengan menggunakan kunci letter T, sehingga salah seorang warga mengalami luka tikam di bagian punggung.

Tak lama berselang, petugas dari Polsek Seberida yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Aman Aroni SH tiba di tempat kejadian. Mereka langsung mengamanakan kedua pelaku dari kerumunan massa.

Saat diinterogasi petugas, pelaku mengakui perbuatannya. Katanya mereka hanya berdua. Namun diduga kuat ada komplotannya yang sempat melarikan diri.

‘’Dugaan kuat pelaku sudah mengikuti korban sejak dari Pematang Reba,’’ ungkap Kanit Reskrim.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut dan keterangan para saksi, saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan ke Polsek Seberida.

"Menurut pengakuan pelaku, mereka berasal dari daerah Jambi. Tidak menutup kemungkinan kedua pelaku yang tertangkap ini masih ada komplotannya. Kita masih akan melakukan pengembangan kasus ini,’’ tutup Aman Aroni. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook