Holding Migas Terbentuk

PGN Jadi Pemain Berskala Global

Jumat, 09 November 2018 - 04:12 WIB   [42 Klik]

PGN Jadi Pemain  Berskala Global

Direktur Utama PT PGN Tbk Gigih Prakoso saat memaparkan tentang proses holding migas kepada pekerja di Kantor PGN Area Batam.

DIREKTUR Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, Gigih Prakorso, melakukan sejumlah kegiatan di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (8/11).

Kegiatan yang diawali dengan media visit dan sharing session itu, dilaksanakan di Kantor PGN Area Batam. Di sana Gigih menyampaikan sejumlah problematika yang menjadi salah satu contoh kendala bagi visi membangun kedaulatan energi nasional.

Seperti, permasalahan pemanfaatan gas bumi yang belum optimal, yang dikarenakan manajemen rantai pasok yang masih lemah. Terlebih bagi entitas usaha milik negara, yang terdapat beberapa korporasi pelat merah yang bermain di sektor yang sama.

Dengan hal itu, membuat pengelolaan dan pelayanan dari entitas milik negara menjadi tidak maksimal. Itulah yang menyebabkan tidak meratanya infrastruktur dan harga, terutama bagi segmen industri yang masih membutuhkan peyangga dari sisi pasokan bahan bakar.

Tidak hanya itu, Gigih juga menerangkan tentang infrastruktur gas yang terpisah-pisah, yang menimbulkan kondisi tidak ideal bagi penguatan sektor energi nasional. Terutama bagi penguatan industri nasional dengan mamanfaatkan gas bumi yang merupakan kekayaan alam negeri ini.

“Ini lebih maju dari sekadar sinergi BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Untuk sektor energi, pemerintah menyusun langkah maju untuk pembentukan Holding (gabungan) Migas (minyak dan gas),’’ ujar Gigih di hadapan pekerja.

Dijelaskannya, dengan tuntasnya pembentukan Holding Migas, strategi untuk memperkuat sektor energi nasional dapat terwujudkan. Dimana, PT Pertamina (Persero) bertindak sebagai induk perusahaan sektor Migas, dan juga termasuk disitu PGN.

“Dengan adanya induk Pertamina, entitas usaha milik negara di sektor energi bisa diharmonisasi,’’ jelasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, paling konkret saat ini, dengan bersatupadunya PGN dan PT Pertamina Gas (Pertagas), akan meningkatkan utilisasi infrastruktur dan memperkuat rantai pasok.

“Infrastruktur PGN dan Pertagas jadi satu, seperti pipa transmisinya atau distribusinya, itu bisa lebih meningkatkan utilitas serta efisiensi bagi operasional keduanya,” jelasnya lagi.

Dengan terintegrasinya infrastruktur PGN dan Pertagas, secara langsung subholding gas ini menguasai lebih dari 96 persen portofolio hilir gas.

Hal ini pun akan menyukseskan ketercapaian target RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) hingga 2025. Di antaranya, sebanyak 4,7 juta sambungan rumah tangga baru, 6302 kilometer pipa hilir, dan 5437 kilometer pipa hulu.

“Dengan kekuatan tersebut, pelayanan gas bumi untuk semua segmen bisa dinikmati rakyat dari Aceh hingga Papua,” terangnya.

“Dan pada akhirnya, visi masa depan adalah menjadikan PGN sebagai pemain bisnis gas yang berskala global, dengan terlebih dulu memperkuat bisnis gas di dalam negeri,” sambungnya.

Untuk diketahui, kegiatan yang dilaksanakan tersebut, merupakan bentuk program pengenalan bagi Direksi dan menjadi aktivitas pertama yang dilakukan Gigih di Batam sejak menjadi Direktur Utama PGN per September lalu.

Tidak hanya Gigih, empat orang Direksi PGN pun hadir dalam kegiatan itu. Mereka adalah Direktur Keuangan, Said Reza Pahlevi, Direktur Komersial, Danny Praditya, Direktur Infrastruktur dan Teknologi, Dilo Seno Widagdo, dan Direktur SDM dan Umum, Desima E Siahaan.

Selain sharing session dengan pekerja di area Batam, manajemen PGN akan mengunjungi beberapa fasilitas PGN di Batam, di antaranya SPBG, Kawasan Bisnis Terintegrasi Panbil yang menggunakan gas bumi. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook