Konflik Antara PT CSS dan Masyarakat Pauh Ranap

Warga Tahan Truk

Jumat, 09 November 2018 - 04:52 WIB   [25 Klik]

Warga Tahan Truk

ilustrasi, Armada Truk baru PT PRL yang akan siap beroperasi untuk memperkuat sektor bisnis logistiknya.

INHU—Konflik antara warga Pauh Ranap, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan PT Citra Sumber Sejahtera (CSS) masih belum tuntas.

Bahkan warga Pauh Ranap sempat menahan mobil angkutan PT CSS selama tiga hari, mulai Senin (5/11) hingga Rabu (7/11) lalu.

Informasi terbaru, angkutan PT CSS itu kini sudah dipersilahkan untuk lewat.

Selanjutnya warga desa meminta agar pihak kecamatan memediasi antara perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) itu dengan warga.

Amri, Kepala Desa (Kades) Pauhranap yang dikonfirmasi melalui selularnya menerangkan soal aksi penghentian angkutan PT CSS itu.

Menurutnya yang melakukan penghentian itu adalah sekelompok warga.

“Penghentian itu dilakukan oleh sekelompok warga, bukan dari desa,” kata Amri, Kamis (8/11).

Ketika ditanya soal alasan warga melakukan penghentian mobil angkutan tersebut, Amri mengaku tidak mengetahui persis.

Namun saat ditanyai lebih lanjut, dirinya sempat menerangkan bahwa ada perjanjian antar warga Desa Pauhranap dengan PT CSS, yang belum dipenuhi oleh PT CSS.

Meski begitu, Amri enggan menjawab lebih jauh dan berkata warga meminta agar dilakukan mediasi oleh pihak Kecamatan Peranap.

“Warga meminta agar pihak kecamatan melakukan mediasi di pihak kecamatan, namun saat kita menghubungi pihak perusahaan sampai sekarang tidak ada jawaban,” kata Amri.

Amri menjelaskan bahwa persoalan ini juga sudah disampaikan kepada Kapolsek Peranap dan Koramil Peranap.

Terpisah, Kapolsek Peranap, Iptu Sutarja membenarkan adanya penghentian angkutan perusahaan itu.

“Warga menuntut pembagian lahan yang menjadi perjanjian antara PT CSS dengan warga Desa Pauhranap,” jelas Kapolsek.

“Dahulu ada perjanjian antar PT CSS dan warga Desa Pauhranap, dimana perusahaan akan memberikan 10 persen dari seluruh areal yang masuk perizinannya atau sekitar 1600 hektar,” sambung Amri menjelaskan.

Soal mediasi yang akan dilakukan, Amri berkata, kemungkinan akan ditunda. Pasalnya, Camat Peranap masih berada di luar kota.

“Camat Peranap masih di Jakarta, jadi kita masih menunggu camat pulang,” katanya.

Sementara itu, pihak perusahaan melalui Humasnya, Hasri, awak media belum berhasil mendapat jawaban terkait hal tersebut. =Mx21



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook