Belum Ada Dasar Hukum Jerat Penikmat Air Rebusan Pembalut

Jumat, 09 November 2018 - 04:49 WIB   [20 Klik]

Belum Ada Dasar Hukum Jerat Penikmat Air Rebusan Pembalut


MXSTORY --- Aksi remaja di sejumlah daerah di Jawa Tengah meminum rebusan pembalut bekas dan baru mengagetkan sejumlah pihak. Mereka nekat meminum air rebusan pembalut agar bisa merasakan sensasi sebagaimana mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Air rebusan pembalut itu rupanya menimbulkan efek 'fly' dan halusinasi seperti menggunakan obat-obatan terlarang.

BNN Jateng telah menemukan kejadian itu di berbagai daerah di Grobogan, Kudus, Pati, Rembang dan Kota Semarang bagian Timur. Mayoritas pengguna adalah anak remaja usia 13-16 tahun.

BNN masih mendalami kasus remaja mabuk dengan air rebusan pembalut wanita ini. Para ahli pun masih menyelidiki kandungan dalam pembalut mana yang memberi efek 'fly' dan halusinasi, dan apakah air rebusan tersebut diberi tambahan obat-obatan lainnya.

Dinas Kesehatan Kota Semarang Jawa Tengah segera meneliti kandungan dari air rebusan pembalut itu. Tim akan diterjunkan untuk meneliti sejauh mana dampak buruknya bagi tubuh manusia.

''Kalau di lapangan seperti itu ya perlu ada tindakan pencegahan," ucap Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang Sarwoko Oetomo saat ditemui di sela kegiatan "Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes" di Novotel, Semarang, Rabu (7/11/2018).

Sarwoko mengaku telah mendengar kabar perilaku remaja yang mengkonsumsi air di luar kewajaran tersebut.

Untuk saat ini, Dinkes Kota Semarang akan melakukan penelitian terlebih dulu sebelum menyampaikan kandungannya ke publik.

"Nanti setelah ada hasil penelitian dampak dari kebiasaan ini akan kami sampaikan," tambahnya.

Dijelaskannya, tim kesehatan nantinya meneliti zat-zat yang terkandung di dalam pembalut tersebut. Tim juga akan melihat dampak bagi tubuh seorang jika mengkonsumsi hal itu.

''Kalau secara nalar itu jelas penyimpangan dan tidak sehat," tambahnya.

Sejumlah remaja di Jawa Tengah sendiri dilaporkan mengkonsumsi air rebusan pembalut.

Di lain pihak Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, AKBP Suprinarto mengatakan, minum air rebusan pembalut  bagi remaja tersebut dinilai lebih murah ketimbang membeli narkotika yang dinilai mahal.

"Jadi, pembalut bekas pakai itu direndam. Air rebusannya diminum," kata Suprinarto.

BNN, sambung dia, belum bisa menindak kejadian ini karena tidak ada dasar hukumnya.

Melihat Fenomena ini,  Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif (NAFZA), Sitty Hikmawatty, mengatakan  meningkatnya kasus remaja mabuk pembalut wanita didorong oleh masalah ekonomi.

"Hasil penelusuran KPAI mendapatkan bahwa awalnya dorongan ekonomi yang membuat mereka melakukan percobaan ini," ujar Sitty, Jumat, 9 November 2018.

Para remaja ini, kata Sitty, pada dasarnya sudah kecanduan Napza, tapi karena tidak mampu membeli karena tidak punya biaya, sehingga mereka berupaya mencari tahu dengan bantuan informasi internet.

"Meracik sendiri ramuan-ramuan yang diharapkan akan memberikan hasil seperti kebutuhan mereka," kata Sitty. Menurut Sitty, anak anak tersebut banyak yang cerdas, karena dengan berbekal internet mereka bisa membuat beberapa varian baru dari racikan coba-coba.


Kandungan Pembalut

Seperti ditulis vemale.com, bahan kimia yang digunakan di dalam pembalut ternyata sejak lama telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. Banyak pertanyaan-pertanyaan tentang keamanan muncul, terkait penggunaan bahan kimia dan isu-isu lingkungan.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah resiko wanita terpapar bahan kimia yang terkandung dalam pembalut. Dilansir oleh Liveb, ada beberapa bahan kimia yang dikabarkan terkandung di dalam pembalut, dan memiliki efek yang berbahaya.

Dioxin

Dioxin sendiri adalah bahan yang digunakan sebagai bleaching atau pemutih dalam pembuatan kertas, tampon, panty liners, popok dan pembalut. Efek dioxin yang terkandung di dalam pembalut atau panty liners bersifat akumulatif, jadi tidak langsung tampak. Biasanya akan menumpuk dan menunjukkan efeknya setelah pemakaian 20 tahun.

Organisasi kesehatan dunia, menyebut dioxin sebagai bahan berbahaya karena mencemari lingkungan dan bersifat sebagai zat karsinogen.

Furan

Kerabat dekat dioksin yang juga berfungsi sebagai pemutih adalah furan. Sebuah penelitian dilakukan di Korea, dan ditemukan bahwa nyaris seluruh pembalut dan tampon di dunia mengandung zat ini.

Hasilnya memang bervariasi, ada banyak produk dioxin dan furan yang dipakai, seperti octachlorinated dioxin ( OCDD ) , hexachlorodibenzofuran ( HxCDF ) dan octa - chlorodibenzofuran ( OCDF ) yang terdeteksi. Semuanya adalah zat beracun yang sebenarnya dilarang dipakai.

BPA dan BPS

Kedua bahan kimia ini biasanya terkandung pada plastik, dan dapat menyebabkan kerusakan organ intim, mengganggu perkembangan embrio, serta meningkatkan pertumbuhan bakteri di daerah miss V.

Bukti pembalut mengandung bahan kimia berbahaya

Dibahas oleh media berbeda, Huffingtonpost, di mana Andrea Donsky menuliskan tentang bahan kimia yang dikandung dalam produk feminin. Di sana, ia menyebutkan bahwa produk yang aman, akan habis terbakar dan tidak menciptakan jelaga atau asap hitam ketika dibakar. Berbeda dengan pembalut yang meninggalkan asap hitam atau jelaga ketika dibakar. Kemungkinan besar, banyak bahan kimia berbahaya termasuk serat sintetis, petrokimia, dan dioxin yang ada di dalamnya.


Redaktur : Oce E Satria
dari berbagai sumber



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook