Pekanbaru Butuh Perda Pencegahan HIV dan AIDS

Senin, 12 November 2018 - 03:15 WIB   [36 Klik]

Pekanbaru Butuh Perda Pencegahan HIV dan AIDS


PEKANBARU—Tingginya angka penderita HIV/AIDS di Pekanbaru yang didominasi  kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) ditanggapi serius oleh kalangan legislatif di DPRD Kota Pekanbaru.

Bahkan adanya opini masyarakat yang berharap segera dibentukkannya peraturan daerah (Perda) sangat didukung oleh DPRD Pekanbaru.

Tujuannya, agar  instansi terkait memiliki payung hukum melakukan pengawasan dan pencegahan penyebaran HIV/AIDS di Kota Pekanbaru.

Terlebih lagi penderita yang didominan oleh LGBT yang dikategori penyimpangan sosial yang sangat mengkhawatirkan.

“Penderita HIV/AIDS tergolong penyakit yang tidak terpantau karena penderita cenderung tertutup. Untuk itu agar bisa dicegah secara maksimal harus didukung oleh perangkat peraturan, bahkan perlu dibuat Perda kalau pun tidak, harus ada Perwako atau surat edaran yang bisa mengikat pihak-pihak tertentu untuk lebih mawas terkait penyebaran penyimpangan sosial tersebut,” kata  Dian Sukheri, anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru.

Sementara itu, Wakil DPRD Kota Pekanbaru Jhon Romi Sinaga menilai,  salah satu penyebab terjadi kasus HIV/AIDS, karena masih maraknya pergaulan bebas. Selain itu, minimnya pengawasan orangtua, dan kurangnya tindakan antisipasi dari pemerintah dan pihak terkait. 

Tiga faktor ini lah yang membuat penyakit tersebut menyebar. Namun jika dikrucutkan lagi, penyebab utama penyakit tersebut, karena pergaulan bebas.

“Ini lah pangkal balanya. Makanya di sini, peran orangtua lah yang perlu hadir. orang tua jangan membiarkan anak-anaknya, terutama usia sekolah masuk ke pergaulan bebas.

Awasi mereka, pastikan teman-temannya (komunitas), lalu beri mereka pemahaman tentang penyakit mematikan ini,” saran Politisi PDI-P tersebut.

Disamping itu, Jhon Romi juga meminta kepada semua sekolah, untuk memberikan pelajaran khusus kepada para siswanya, tentang HIV AIDS ini.

Minimal sekali seminggu, dengan bekerjasama dengan Diskes dan Kepolisian, sehingga ke depannya, generasi muda di Kota Pekanbaru ini, tidak ada yang terjangkit. Selain itu, pihak Kepolisian dan Satpol PP juga diminta aktif lagi, untuk melakukan razia di sejumlah tempat. =MX11



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook