Bupati Irwan Angkat Pengelolaan Ekosistem Gambut di Meranti

Selasa, 13 November 2018 - 15:35 WIB   [20 Klik]

Bupati Irwan Angkat Pengelolaan Ekosistem Gambut di Meranti

Foto bersama usai diskusi dengan para pakar dan ahli gambut dunia.

KEBERHASILAN Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengolah lahan gambut dengan berbagai tanaman perkebunan seperti sagu, kelapa dan kopi, ternyata menjadi sorotan dunia.

Hal itu pula yang mendasari Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, selalu melibatkan Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi menjadi pembicara dalam seminar nasional maupun internasional tentang gambut.

Seperti pada acara diskusi internasional lahan gambut yang berlangsung di Ballroom Hotel Aston, Batam, Senin (12/11). Selain dihadiri Kepala Badan Restorasi Gambut Ir Nazir Fuad MSc,

Deputy I BRG RI Dr Haris Gunawan dan Ketua Masyarakat Lahan Gambut Internasional Prof Gerald Schmilewski, kegiatan tersebut juga dihadiri Peneliti Hutan dan Lingkungan Hidup Badan Pengembangan dan Inovasi Dr Agus Justianto, serta puluhan akademisi dan Peneliti Lahan Gambut Internasional.

Pada kesempatan itu, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi, dalam pidatonya mengangkat tema ‘Tantangan Dalam Mengelola Ekosistem Gambut dalam Perspektif Lokal’. Di situ ia menjelaskan bagaimana upaya Pemda Meranti dalam melestarikan ekosistem gambut seluas 80 persen dari total wilayah Meranti dengan berbagai tantangan, seperti rentan terhadap kebakaran lahan, abrasi ombak laut dan cukup susahnya memanfaatkan lahan gambut untuk pengembangan tanaman pertanian perkebunan.

Namun, berkat strategi dan keuletan masyarakat yang didukung penuh oleh pemerintan daerah dapat menjadikan lahan gambut sebagai potensi daerah yang mampu mendukung kearifan lokal. Salah satunya dalam pengembangan sagu, kelapa dan kopi yang menjadi andalan Meranti sejak dulu.

Seperti diketahui, hasil perkebunan sagu Meranti memiliki kualitas premium atau yang terbaik di dunia. Luas perkebunan sagu Meranti hampir mencapai 50 ribu hektar, dengan total produksi 276 ribu ton per tahun.

Dari hasil produksi itu, Meranti menyuplai hampir 90 persen kebutuhan sagu nasional sebagian hasil produksi sagu berupa tepung diekspor ke Cirebon dan manca negara seperti Jepang, Malaysia dan Singapura. Dan, sagu Meranti ini menjadi salah satu sumber mata pencarian terbesar masyarakat daerah ini.

Bupati Irwan juga turut memaparkan pentingnya menjaga ekosistem gambut. Dan, Pemkab Meranti diakuinya sangat konsen terhadap pelestarian ekosisten gambut tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat kanalisasi atau sekat kanal, yaitu mengendapkan air di suatu kolam atau wadah penampungan untuk dialiri ke ekosistem lahan gambut agar tetap basah dan terbebas dari kebakaran.  

Sejak sistem ini diterapkan, jumlah kebakaran hutan dan lahan gambut di Meranti berhasil ditekan drastis. Jika pada 2016 kebakaran yang terjadi sampai menimbulkan bencana kabut asap, namun kebakaran lahan kini hanya terjadi ratusan hektar saja.

Dalam pelestarian ekosistem gambut di wilayah pinggir pantai, orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu menjelaskan, pemerintan daerah bersama masyarakat terus menggalakkan penanaman mangrove di sepenjang bibir pantai.

Upaya ini menjadi salah satu yang paling efektif dan efisien dalam menyelamatkan bibir pantai Meranti dari ancaman abrasi.

Pemaparan Bupati Kepulauan Meranti tentang berbagai upaya yang dilakukan Pemkab dalam memanfaatkan dan melestarikan ekosistem gambut di hadapan para pakar dan ahli lingkungan gambut dunia mendapat apresiasi dari para peserta diskusi.

Direncanakan puluhan peserta seminar yang terdiri dari para pakar dan ahli serta peneliti dunia bertitel doktor ini akan melanjutkan tournya ke Meranti. Jika tidak ada halangan rombongan peneliti dibawah koordinasi Badan Restorasi Gambut RI akan sampai di Meranti pada tanggal 14 November 2018 mendatang.

Kedatangan mereka di Meranti untuk melihat langsung tanaman sagu, budidaya kolam ikan, kanal blocking, potensi kebun kelapa, kebun kopi, serta kunjungan ke kilang dan perusahaan sagu yang ada di Kecamatan Tebingtinggi Timur, tepatnya di Desa Sungai Tohor, Desa Tanjung Sari dan Desa Lukun. [Adv]



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook