Simpanan Keindahan di Bawah Kepungan Kabut Asap

Tujuh Keajaiban Riau yang Memesona Dunia

Senin, 19 November 2018 - 10:33 WIB   [136 Klik]

Tujuh Keajaiban Riau yang Memesona Dunia

Gedung Menara Lancang Kuning (MLK) Kantor Gubernur Riau berdampingan dengan gedung Pustaka SUman HS, dua mahakarya yang memikat dari Riau. [Foto: net]

KORANMX.COM, Pekanbaru  ---   Riau Juara !  Di tengah kepungan bencana kabut asap tahun lalu, Riau tetap memesona mata dunia. Kementerian Pariwisata pun mencatatkannya dengan tinta emas kepada Riau dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017. Provinsi Riau beroleh nominasi dan kemudian  berhasil menyabet juara umum untuk beberapa kategori.

Apa saja yang membuat mata dunia kepincut dengan provinsi kaya minyak dan sawit ini? koranmx.com mencatat ada tujuh "keajaiban" Riau yang akhirnya pemuncak API 2017 diberikan pada negeri tanah Melayu ini.

Ada makanan tradisional terpopuler, situs sejarah terpopuler, tempat bersejarah terpopuler, atraksi budaya terpopuler, dan masih banyak lagi yang lainnya.


Inilah Tujuh Pesona Riau itu:

1. Kuliner unik Bolu Berendam Indragiri Hulu


Bolu khas tanah Melayu berwarna kuning ini menjadi favorit wisatawan. Bolu ini beda dengan yang ada pada umumnya.

Bolu berendam direbus dulu sebelum disajikan. Jadi teksturnya basah. Bolu ini terbuat dari gula dan telur.

Menurut masyarakat setempat, bolu ini merupakan makanan kesukaan para raja di Kerajaan Indragiri. Anda bisa menemukannya saat upacara-upacara tertentu. Rasanya yang unik membuat bolu ini banyak diburu.

Bolu Berendam Indragiri Hulu bahkan pernah meraih Rekor MURI untuk kategori Kue Terbanyak dan Unik serta kerumitan proses membuatnya.  Alasan utama disebut unik adalah karena Bolu Berendam benar-benar berbeda dari jenis bolu yang lain. Apabila bolu pada umumnya hancur bila diberi kuah. Maka bolu berendam tidak. Bahkan terasa semakin lezat bila bercampur dengan kuah manis yang terdiri dari cengkeh, kayu manis, dan adas.

 

2. Situs bersejarah Istana Siak Sri Inderapura


Istana Siak Sri Inderapura atau Istana Asserayah Hasyimiah merupakan istana kesohor di bumi Melayu. Istana ini adalah peninggalan Kesultanan Siak yang selesai dibangun pada 1893.

Gedungnya sangat megah dan membuat takjub. Kompleks istana memiliki luas kira-kira 32 ribu meter persegi. Ada empat istana di dalamnya, yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe.

 

3.  Ombak Bono yang hanya ada beberapa di dunia

Ombak bono adalah gelombang yang terjadi di sungai akibat adanya pertemuan arus sungai dengan laut dari hulu ke hilir. Pertemuan arus tersebut menimbulkan gelombang yang besar, seperti yang terjadi di laut.

Di dunia, hanya ada beberapa tempat yang memiliki fenomena ini. Semisal di Sungai Amazon, Brasil. Di Indonesia, fenomena ini terjadi di Muara Sungai Kampar.


Biasanya ombak bono terjadi pada bulan-bulan tertentu. Misalnya November dan Desember. Ombak bono dengan gelombang yang besar biasa dimanfaatkan untuk selancar. Biasanya ada festival di Sungai Muara Kampar, yang diikuti para peselancar dunia.


4.  Festival Bakar Tongkang Masyarakat puak Tionghoa

Ritual ini dikenal sebagai upacara tahunan orang-orang keturunan Tionghoa yang tinggal di Bagansiapi-api, Riau.  Ritual ini sudah berlangsung selama 130-an tahun.

Secara historis, upacara itu menjadi penanda hari jadi Kota Bagan. Konon, dulu sejumlah orang asal Fujian, China, melakukan pelayaran. Di tengah berlayar, mereka terkena gelombang dan akhirnya tersesat.

Para awak kapal lalu berdoa kepada Dewa Kie Ong Ya supaya ditolong dari bencana. Akhirnya, kapal mendarat di Selat Malaka, sekarang Kota Bagan.

Orang yang selamat berjanji tidak akan kembali ke tempat asalnya. Mereka membakar kapal tersebut dan tinggal di Bagan. Sejak saat itu, mereka selalu melakukan ritual bakar tongkang tiap tahun.


5.  Lomba Pacu Jalur Kabupaten Kuantan Singingi

Pacu Jalur merupakan lomba mendayung yang digelar di Sungai Batang Kuantan. Lomba dayung ini menggunakan sebuah perahu yang panjang dan terbuat dari kayu pohon.

Panjangnya mencapai 25 hingga 40 meter, sedangkan lebarnya kira-kira 1,5 meter. Pacu jalur dilakukan setiap Agustus. Perlombaan ini unik dan digadang-gadang sebagai satu-satunya di dunia.

 

6.  Minuman Laksamana Mengamuk

Laksamana mengamuk adalah minuman yang dipercaya ada sejak zaman raja-raja. Minuman ini kini makin sulit ditemui di Riau, dan hanya muncul pada waktu-waktu tertentu.

Biasanya disajikan saat buka puasa di bulan Ramadhan. Laksamana Mengamuk merupakan campuran santan dan kuweni. Nikmat di lidah dan segar di tenggorokan.

 

7. Pasar Wisata terpopuler, Pasar Bawah Pekanbaru

Pasar Bawah yang berlokasi di Pekanbaru memang surganya belanja. Banyak oleh-oleh murah di sana. Ada snack-snack dari Malaysia dan Singapura yang dijual dengan harga sangat miring. Anda juga bisa membawa pulang kain tenun cantik dari sana. Anda belum sah mengaku pernah ke Pekanbaru jika tak pernah mampir ke sana.

Itulah 7 Keajaiban Riau. Negeri Tunjuk Ajar yang dihuni multi etnis namun hidup rukun dan tenang dengan pesona alam dan budaya yang pantas dibanggakan.

 

Kembali Digelar API ke-3

Ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 kembali digelar untuk ketiga kalinya, dengan total 18 kategori yang dilombakan. Pada penyelenggaraan kompetisi pariwisata daerah ini terdapat kategori Wisata Olahraga & Petualangan, serta Wisata Air dan Ekowisata yang merupakan modifikasi dari beberapa kategori di tahun sebelumnya.

Di samping itu, pada tahun ini ada penambahan tiga kategori baru. Yaitu Wisata Halal, Wisata Kreatif, dan Cendera Mata. Hal itu sebagai perwujudan bahwa kegiatan ini berusaha untuk dapat terus mengikuti perkembangan Dunia Pariwisata.

Plt Gubernur Riau, H Wan Thamrin Hasyim, mengimbau seluruh masyarakat Riau untuk memberikan dukungan suara (vote) agar Provinsi Riau dapat mempertahankan gelar juara umum dalam Malam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018.

Plt Gubernur Riau sejak Juni lalu telah menyampaikan, bahwa ada tujuh nominasi dari Riau masuk dalam 7 ketegori API 2018.

"Diharapkan pertisipasi seluruh masyarakat Riau dalam memberikan suara atau vote mulai dari 1 Juni sampai dengan 31 Oktober 2018," kata H Wan Thamrin Hasyim.

Sementara itu Deputi Pemasaran Pariwisata I Kementerian Pariwisata, I Gede Pitana mengatakan, kompetisi penghargaan ini bagus untuk memperkenalkan berbagai daerah yang belum terkenal. Juga menumbuhkan kembali kecintaan pada pariwisata daerahnya.

"Sudah terbukti dua tahun ke belakang yang juara bukan lagi Bali, bukan Jakarta, tapi NTT di tahun pertama yang dulu masih tidak menentu pariwisatanya. Selanjutnya Riau," tutur Pitana seusai sambutannya dalam pembukaan API di Kementerian Pariwisata, Juni lalu.

Anugrah Pesona Wisata Indonesia 2018 di tahun ke-3 ini menambah kategori menjadi 18.  Selain kategori yang bertambah, kini masyarakat juga bisa mendukung (vote) wisata favoritnya melalui aplikasi API yang bisa diunduh gratis di Google Playstore. Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi lengkap tentang kegiatan Anugerah Pesona Indonesia. Mulai dari kategori, nominasi, para juara tahun sebelumnya, hingga penjelasan singkat tentang tiap nominasi.

Selain itu, masyarakat juga masih bisa mendukung menggunakan pesan singkat (SMS) berbayar ke 99386 dengan menggunakan format sesuai nominasi pilihan. Saat ini pemungutan suara telah dibuka sejak 1 Juni 2018 dan akan ditutup pada tanggal 31 Oktober 2018. Pengumuman juara Anugerah Pesona Indonesia 2018 dilakukan pada November 2018.***

 


Editor     : Oce E Satria
Diolah dari berbagai sumber
Foto-foto: Internet



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook