DPRD: Lurah Kena OTT, Jangan Terulang Lagi

Minggu, 02 Desember 2018 - 15:30 WIB   [27 Klik]

DPRD: Lurah Kena OTT, Jangan Terulang Lagi

Polisi memeriksa oknum lurah yang tertangkap OTT

PEKANBARU—Lurah Sidomulyo Barat terkena operasi tangkap tangan oleh tim saber pungli, beberapa waktu lalu. Kasus ini mendapat perhatian dari kalangan DPRD Kota Pekanbaru, salah satunya Ferry Shandra Pardede, Anggota Komisi I.

Ferry mengaku sangat menyayangkan tindakan oknum lurah tersebut. Terlebih lagi dirinya merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN).

“Pekerjaan sebagai ASN itu, sesuaikanlah sesuai tupoksinya. Jangan mempersulit warga. Seperti kasus oknum lurah itu yang diduga meminta uang kepada warga untuk mengurus surat tanah. Jangan  karena harga tanah cukup besar, nah malah dimintai uang warganya yang katanya untuk banyak masalah dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia menambahkan, ASN harus kembali kepada sumpah jabatannya. “Dalam hal ini kita minta semua ASN agar kembali kepada tupoksinya dalam bekerja dan bijaksanalah dalam bekerja. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” ungkapnya.

Disampaikan Ferry, Pekanbaru sebagai daerah yang pembangunannya pesat, kesempatan untuk berbuat seperti itu sangat terbuka lebar.

“Bahkan kasus-kasus seperti ini sepetinya sudah menjadi rahasia umum. Bukan sekali ini saja. Sebelumnya sudah beberapa kali oknum ASN di Pekanbaru yang tersandung kasus korupsi. Padahal tim saber pungli sudah mewanti-wanti agar jangan sampai ASN tersandung kasus korupsi. Ditambah lagi udah banyak contoh-contoh kasus. Jangan sampai ini berulang lagi,” tegasnya

Ke depannya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru jangan sampai lagi kecolongan, menempatkan ASN yang tidak profesional.

“Kan ada penilaian sendiri di Baperjakat. Jangan sampai lagilah kasus seperti ini berulang terus-menerus di Pekanbaru. Untuk kasus yang sekarang ini biarlah diselesaikan oleh pihak kepolisian,” pungkasnya.

Masyarakat Jangan Memberi
Ulah lurah yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) yang akhirnya terkena operasi tangkap tangan (OTT) membuat Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus MT kecewa. Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tersebut mengaku tidak habis pikir, masih ada saja pejabat yang berpikir dan bertindak sepicik itu.

“Saya kecewa, sangat kecewa sekali. Karena tindakannya itu otomatis akan habis karirnya sebagai pegawai negeri. Kan sangat sayang sekali. Apalagi sekarang ini untuk menjadi pegawai negeri seperti lolos dari lubang jarum,” ujar Wako, Jumat (30/11).

Atas kejadian tersebut, Wako  mengingatkan kepada seluruh pegawai yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menjadikan hal ini sebagai pelajaran.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan upaya-upaya penyuapan kepada petugas pelayanan agar dimudahkan urusannya.

“Ini kan tidak bisa bertepuk sebelah tangan. Karena ada peran masyarakat juga yang berusaha memberi di sana. Untuk itu saya harapkan juga kepada masyarakat jangan mau memberi. Mari sama-sama lakukan perubahan,” ajaknya.

Wako juga mengaku dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Terutama pejabat-pejabat yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat.

“Evaluasi akan tetap kami lakukan. Mana yang dianggap tidak bisa melayani dan tidak bekerja juga akan diganti,” tegasnya.

Dijelaskan Wako, pihaknya sudah beberapa kali berusaha membuka penerimaan lurah dengan proses asesmen. Tujuan pemilihan melalui proses asesmen untuk mencari lurah yang terbaik. Namun tidak ada satu pun yang ikut.

“Karena tidak ada yang ikut, akhirnya ditunjuk saja. Jadi kejadian ini bukan karena salah tunjuk, tapi mungkin karena oknum yang bersangkutan tersebut saja,” ujarnya.

Atas kasus yang menimpa oknum lurah tersebut, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Dimana dari hasil koordinasi tersebut, pihaknya juga mendapat aturan baru terkait pegawai negeri sipil yang tersangkut masalah hukum.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan ternyata saat ini ada regulasi baru terkait pegawai yang bermasalah ini. Saat ini masih kami pelajari regulasi tersebut,” sebutnya. =mx



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook