Proyek Drainase Paket A, Nunggu Penetapan Penyitaan Pengadilan

Senin, 03 Desember 2018 - 15:24 WIB   [15 Klik]

Proyek Drainase Paket A, Nunggu Penetapan Penyitaan Pengadilan

Drainase di Jalan Soekarno Hatta diduga asal dikerjakan.

PEKANBARU—Jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri  (Kejari) Pekanbaru diketahui tengah melakukan pemberkasan terhadap 5 tersangka dugaan korupsi Pembangunan Drainase Paket A Pekanbaru.

Hal itu dikatakan Kasi Intelijen Kejari Pekanbaru Ahmad Fuady SH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, Senin (3/12). “Sedang pemberkasan,” ucapnya.

Dilanjutkannya, dalam proses penyidikan, pemeriksaan saksi yang meringankan untuk para tersangka telah rampung. “Pemeriksaan (saksi) sudah rampung. Saksi yang meringankan untuk para tersangka juga sudah selesai,” lanjutnya.

Selain pemberkasan, saat ini pihaknya tengah menunggu surat penetapan penyitaan barang bukti dalam dugaan korupsi tersebut.

“Penyidik juga sedang menunggu penetapan penyitaan (barang bukti) dari Pengadilan Negeri Pekanbaru,” tambahnya.

Untuk diketahui, dalam perkara ini, ada 5 orang tersangka. Mereka adalah Sabar Jasman, Direktur Sabarjaya Karyatama.

Perusahaan ini merupakan rekanan proyek yang dikerjakan tahun 2016 lalu. Kemudian, Ichwan Sunardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),

Iwa Setiady selaku Konsultan Pengawas dari CV Siak Pratama Engineering, dan Windra Saputra selaku Ketua Pokja. Terakhir, Rio Amdi Parsaulian selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Kelima tersangka saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru. Penahanan dimulai sejak awal November 2018.

Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan gelar perkara atau ekspos yang dilakukan pada Selasa (9/10).

Hasil ekspos itu menjelaskan bahwa terdapat cukup alat bukti untuk menentukan tersangka. Mereka merupakan pihak yang bertanggungjawab dalam penyimpangan proyek.

Sebelumnya, puluhan saksi telah dipanggil guna menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri dari sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak rekanan.

Selain memeriksa saksi fakta, penyidik juga telah menurunkan ahli untuk mengecek fisik proyek pada akhir Juni 2018 lalu. Proses cek fisik tersebut dilakukan tim ahli dibantu tenaga dan alat-alat dari Pidsus Kejari Pekanbaru.

Dugaan rasuah itu terjadi pada tahun 2016 lalu. Saat itu, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Sumber Daya Air Provinsi Riau melakukan pembangunan drainase di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Paket A. Gorong-gorong itu dibangun di sepanjang jalan dari simpang Jalan Riau hingga simpang Mal SKA Pekanbaru.

Adapun pagu paket sebesar Rp14.314.000.000 yang bersumber dari APBD Riau tahun 2016.

Pekerjaan itu berdasarkan surat perjanjian kontrak tanggal 21 September 2016 dengan nilai seluruhnya sebesar Rp11.450.609.000 yang dilaksanakan oleh PT Sabarjaya Karyatama. Terhadap pekerjaan tersebut rekanan telah menerima pembayaran 100 persen.

Namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara sebesar Rp2.523.979.195. Angka itu berdasarkan hasil perhitungan audit BPKP Provinsi Riau tanggal 18 September 2018.

Terkait angka kerugian negara itu, penyidik belum ada menerima pengembalian kerugian negara dari para tersangka. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook