Tipu Pasien Ratusan Juta

2 Pengganda Uang Ditangkap di Hotel

Senin, 03 Desember 2018 - 16:19 WIB   [65 Klik]

2 Pengganda Uang  Ditangkap di Hotel

DUA tersangka pengganda uang (pakai sebo) diwawancarai wartawan saat ekspos di Mapolsek Limapuluh.

PEKANBARU--Bermodus bisa menggandakan uang hingga Rp5 miliar, S dan A menipu sejumlah warga di Kota Pekanbaru. Beruntung, aksi dukun palsu asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu cepat dihentikan tim Opsnal Polsek Limapuluh.

Keberadaan S dan A terendus polisi ketika berada di salah satu hotel di Kota Pekanbaru. Kini keduanya sudah dijebloskan ke dalam sel tahanan.

Senin (3/12) pagi, S dan A digiring petugas di halaman Mapolsek Limapuluh untuk diekspos ke awak media.

Masing-masing mengenakan baju tahanan dan kepala tertutup sebo. Bahkan, tangan mereka diborgol.

Kapolsek Limapuluh Kompol Angga Herlambang melalui Kanit Reskrim Iptu Abdul Halim menyebutkan, penangkapan berawal dari laporan tiga orang warga.

Mereka mengaku tertipu oleh S dan A dengan iming-iming bisa melipatgandakan uang mencapai Rp5 miliar. Namun, harus melakukan sejumlah syarat yang diberikan.

Rupanya, S dan A datang ke Pekanbaru karena diajak salah satu korban saat berkenalan di wilayah NTB. Kala itu, korban percaya bahwa keduanya bisa melipatgandakan uang mencapai miliaran rupiah.

Sampai di Kota Pekanbaru, S dan A menginap di salah satu hotel. Sebelum memulai aksinya, mereka meminta korban dan teman lainnya yang ingin menggandakan uang.

‘’Jadi ada tiga orang korbannya. Syaratnya, korban harus menyetor uang,’’ jelas Abdul Halim.

Mulanya, S dan A meminta kepada para korban untuk menyerahkan uang sebanyak Rp190 juta. Namun mereka hanya bisa mengumpulkan Rp149 juta.

Layaknya seorang dukun, mereka melakukan ritual di hotel tersebut. Begitu selesai, S dan A menyerahkan uang tadi kepada korban. Namun sudah dibungkus dengan kain hitam.

‘’Jadi modus para pelaku ini meminta uang sebanyak Rp149 juta. Setelah dikasih mantra mantra, selanjutnya pelaku memberikan sebuah bungkusan dibalut kain hitam,  tapi baru boleh dibuka setelah satu minggu,’’ ujar Kanit.

Lantaran curiga dengan bungkusan yang diberikan  pelaku tadi, korban membuka pasca tiga jam ritual. Kaget bukan kepalang, ternyata isinya potongan kertas.

Usut punya usut, pelaku menukar uang dengan potongan kertas ketika para korban disuruh keluar dari kamar hotel.

‘’Uang itu dibungkus dengan kain dan korban disuruh ke luar kamar hotel. Saat itulah uang diganti dengan potongan kertas yang sudah disediakan,'' jelas Halim.

Merasa tertipu, para korban melaporkan kasus tesebut ke pihak berwajib. Alhasil, mereka ditangkap sebelum balik ke kampung halamannya di NTB.

Hasil pemeriksaan, S yang berperan sebagai dukun. Di NTB, sehari-harinya ia sebagai petani. Berbeda dengan A, berperan menyiapkan alat-alat ritual .

Di tengah kerumunan wartawan, S mengaku uangnya akan dibagi dengan A. “Sehari hari saya kerja tani. Rencananya uangnya dibagi dengan A, terus pulang ke NTB,’’ ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, S dan A dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Acanaman hukumannya empat tahun penjara. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook