Hamil 5 Bulan, Adukan Pacar ke Polda Riau

Senin, 03 Desember 2018 - 20:30 WIB   [360 Klik]
Reporter : Aulia HM
Redaktur : Oce E Satria

Hamil 5 Bulan, Adukan Pacar ke Polda Riau


KORANMXCOM, Pekanbaru - MN mengadukan seorang anggota kepolisian, Bripda MRES ke Bidang Propam Polda Riau, Jumat (30/11/2018) kemarin. Wanita 31 tahun itu terpaksa menempuh jalur hukum karena MRES yang menghamilinya, tak mau menikahi dirinya.

Menurut MN yang didampingi kuasa hukumnya Jaka Marhaen, SH dan Ketua LSM Perkara Riau V Freddy  H SE, MN mengaku sudah hamil 5 bulan. Perutnya tampak buncit saat mengadukan MRES. "Laporannya diterima oeh Bripka Fandi Ahmad, seorang petugas di Propam Polda Riau," ujarnya kepada koranmx.com, Senin (3/12/2018).

Ia juga menyampaikan, warga Siak itu tampak tegar. Meski bayinya akan lahir tanpa ayah yang sah. Langkah hukum yang ditempuhnya atas dorongan orangtua dan keluarga karena geram dengan ulah MRES.

"Ayah korban bilang, biarlah ditempuh jalur hukum. Soalnya sudah nggak ada solusi," ungkapnya sembari mengatakan orangtua korban sudah pernah mendatangi rumah orangtua MRES di wilayah Kecamatan Tapung, Kampar.

Lanjutnya, orangtuanya ingin meminta pertanggungjawaban MRES yang kini bertugas di Detasemen B Pelopor Manggala Junction, Rokan Hilir. MRES diminta menikahi MN. Namun orangtua MRES dengan keras menolak. "Orangtuanya sama sekali nggak mau," ucap Jaka.

Selain itu korban juga sudah mengadukan secara lisan ulah MRES kepada kesatuan Brimob. Namun tidak ada solusi. Pihak Brimob mengaku bahwa MRES tidak bersedia menikahinya.

"Baru penjelasan dari teman-temannya sama seniornya. Saya belum ketemu sama dia (MRES). HP-nya nggak aktif lagi. Kabarnya dia lagi pembinaan," kata MN didamping kuasa hukumnya.

Bahkan wanita bergelar Master di bidang Kesehatan ini menceritakan sekilas tentang kisah asmaranya dengan MRES. Ia berkenalan dengan MRES pada 2015 silam. Kemudian berpacaran sejak Maret 2015. "Sudah hampir empat tahun kami pacaran," ucapnya.

MN mengakui, hubungan mereka salah langkah. Sampai akhirnya ia hamil. MRES pernah berjanji akan menikahinya walau tanpa persetujuan orang tua. MRES bahkan pernah menemaninya mencek kandungan untuk pertama kali.

"Saya juga sudah mengurus surat-surat, syarat menikah," ungkap MN seraya menunjukkan formulir nikah anggota Polri sesuai format yang diberikan MRES dan pasfoto gandeng. "Semua syarat sudah saya urus," katanya.

MRES sendiri sudah pernah menemui orang tuanya untuk menyampaikan niatan melamar dan membangun bahtera rumah tangga. Namun tanpa alasan jelas, MRES tiba-tiba ingkar janji. Sampai usia kandungannya lima bulan, MRES tak kunjung menikahinya.


Melapor ke PPA Polda Riau


Jaka Marhaen, mengatakan masalah ini juga telah dikordinasikan ke Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA ) Polda Riau, untuk dapat keadilan atas janin yang ada di kandungannya.

"Dari hasil kordinasi yang kita lakukan ke PPA Polda Riau, diarahkan ke Bidang Propam Polda Riau,"  ungkapnya.

Oleh karena itu dengan laporan ini  ia berharap agar Polda Riau dapat menindaklanjuti.

"Karena korban butuh keadilan untuk anak yang sedang dalam kandungannya," pungkasnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook