AJOI Kampar Pertanyakan Anggaran Publikasi Diskominfo Rp 1,6 Miliar

Selasa, 04 Desember 2018 - 12:20 WIB   [138 Klik]
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Aulia MH

AJOI Kampar Pertanyakan Anggaran Publikasi Diskominfo Rp 1,6 Miliar


KORANMX.COM, Kampar --Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Kampar, mempertanyakan  Anggaran penyeberlauasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah Rp. 1,6 miliar yang dikelola oleh Dinas Komunikasi Informatiak dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Kampar.

Menurut Ketua AJOI Kampar Mahnizar, Diskominfo Kampar harus transparan dalam pengelolahan anggaran yang nilai cukup besar tersebut. Karena diduga banyak kejanggalan.

"Ya, jika benar anggaran sebesar itu kami memintak kegunaannya dijelaskan. Karena anggara publikasi ini tidak pernah jelas selamai ini. Bahkan radio milik Pemkab Kampar saja sudah lama tidak mengudara, disebabkan tidak memiliki izin,"ujarnya, Selasa (4/12/2018).

Selain itu kata Mahnizar, apakah di dalam anggaran sebesar itu tidak ada anggaran liputan bagi wartawan. Sebab selama ini rasanya dalam setiap kegiatan tidak pernah wartawan mendapakan biaya liputan.

"Jadi ini menjadi pertanyaan seluruh teman-teman wartawan yang bertugas. Tapi mereka tetap berpikiran positif,"jelasnya.

Untuk itu Diskominfo diharapkan tidak melakukan penyimpangan anggaran tersebut. Karena tujuan publikasi itu untuk menyebarluaskan kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar.

"Jadi jangan disalahgunakan untuk menguntungkan pribadi,"tegasnya.

Sekretaris Diskominfo Kampar Herry Indra Mulya mengatakan, dalam pesan Whatsapp bahwa anggaran yang ada di sirup.lkpp.go.id, dientri, menurut jenis atau sub 1. media online, 2. Media Advetorial cetak, 3. media khusus, 4. media nasional, 5. TV Nasional Swasta, 6. TV Daerah Swasta dan 7. LPP Radio daerah dan swasta.

"Masalah radio Pemda, sampai hari ini belum menjadi kewenangan Diskominfo. Jadi saya tidak bisa jawab ya," ujarnya .

Sebelumnya Kepala Diskominfo Kampar, Arizon, yang ditanyakan mengatakan melalui pesan Whatsappnya, anggaran media dan operasional Radio Swara Kampar untuk 2019.


Mengaku Tidak Tahu

Sedangkan Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kampar, Nurlis SSos, mengaku dirinya tak tahu ada anggaran sebesar itu untuk biaya publikasi.

"Saya tidak tahu kalau anggaran publikasi mencapai Rp. 1,6 miliar,"ujarnya, Ahad (2/12) kemarin.

Dirinya juga mengaku baru 4 bulan lebih bertugas di bagian tersebut. Jadi belum ada melihatnya.
 

"Untuk itu perlu ditanyakan ke Kabid yang lama,"ucap.

Saat ditanyakan penggunaan anggara tersebut untuk kegiatan apa saja, Nurlis, mengatakan untuk publikasi ke media massa. " Namun untuk nilai anggaran sebesar itu saya tidak tahu,"pungkasnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook