Kejati Terima SPDP Lurah yang Kena OTT

Selasa, 04 Desember 2018 - 15:16 WIB   [17 Klik]
Redaktur : Kornel Panggabean

Kejati Terima SPDP Lurah yang Kena OTT

Polisi memeriksa oknum lurah yang tertangkap OTT.

PEKANBARU—Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah menerima  Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dugaan pemerasan kepada masyarakat yang mengurus surat tanah dengan tersangka Lurah Sidomulyo Barat Raimon, dari Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.?

“SPDP-nya sudah masuk dari penyidik Polda,” ucap Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau Muspidauan SH MH.

Atas SPDP itu, dilanjutkan Muspidauan, pimpinan Kejati Riau akan menerbitkan P-16. Administrasi itu sebagai surat perintah penunjukkan jaksa peneliti untuk mengikuti perkembangan penyidikan perkara.

“Siapa-siapa jaksa penelitinya, itu tergantung P-16 yang dikeluarkan pimpinan,” lanjut mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru itu.

Ditambahkannya, jaksa peneliti nantinya yang akan bertugas menelaah berkas perkara yang dilimpahkan penyidik Polda Riau. Kapan berkas itu dikirim, hal itu menjadi kewenangan penyidik.

“Tapi dimungkinkan tidak akan lama. Soalnya tersangka (Raimon) sudah dilakukan penahanan. Penyidik tentunya menggesa sebelum masa penahanan habis,” tambah Muspidauan.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Riau Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, dalam perkara ini terdapat tersangka tunggal, yakni Raimon. Pihaknya menyakini tidak ada keterlibatan orang lain khususnya pihak kelurahan dalam perkara yang diawali dari operasi tangkap tangan (OTT) itu.

Raimon yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu ditangkap di Warung Kopi Jakarta, Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, Rabu (28/11) sekitar pukul 14.30 WIB. Penangkapan itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/616/XI/RES.1.19/2018/Riau/Reskrimsus.

Pengungkapan itu dilakukan berdasarkan informasi yang disampaikan salah seorang warga selaku pembeli tanah. Dikatakan warga itu, sang lurah diduga meminta uang sebesar Rp10 juta agar SKGR yang diurus dapat ditandatangani.

Atas informasi tersebut, anggota kemudian melakukan pengintaian dan penangkapan terhadap tersangka di TKP.

Saat itu, polisi menemukan uang sebesar Rp10 juta yang tersimpan di dalam jok sepeda motor dinas plat merah merek Honda Supra. Atas hal itu, tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor Dit Reskrimsus Polda Riau Jalan Gajah Mada Pekanbaru untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan diketahui bahwa sebelumnya tersangka meminta uang sebesar Rp25 juta dari seorang warga lainnya selaku penjual tanah dan diberi uang sebesar Rp23 juta.

Berdasarkan pemeriksaan sementara yang dilakukan penyidik, uang yang diminta Raimon kepada warga itu, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Atas perbuatannya, Raimon yang merupakan warga Jalan Angkasa Nomor 24 Kecamatan Tampan itu, dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook